Sulap Garasi jadi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sulap Garasi jadi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Sulap Garasi jadi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Written By Admin Raka on Sabtu, 21 April 2018 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Tidak banyak yang tahu jika di Kecamatan Kotabaru ada sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Meski masih sangat sederhana, namun semangat para staf pengajar dan pemilik sekolah yang bernama Rumah Bersama, itu sudah bisa membuat anak didiknya mandiri.
Pendiri Rumah Bersama Neli Alwiah mengatakan, anak berkebutuhan khusus kurang mendapat perhatian. Hal itulah yang melatarbelakangi perempuan jebolan Universitas Islam Bandung (Unisba) mendirikan Rumah Bersama di Perumahan Pondok Mekar Indah 2 Blok F9 No 18-19, Desa Pangulah Utara. "Saya kasian aja sama anak berkebutuhan khusus, karena mereka kurang diperhatikan. Padahal mereka juga mempunyai keterampilan dan kemandirian seperti anak seusia lainnya," ujarnya kepada Radar Karawang.
Berkat kepeduliannya yang tinggi, dia rela mengorbankan tenaga, pikiran, serta materi untuk diberikan kepada anak-anak didiknya. "Rumah Bersama ini berdiri tahun 2011, tapi dulunya belum mempunyai bangunan seperti sekarang ini," katanya.
Dia melanjutkan, saat merintis mendirikan bangunan Rumah Bersama, aktivitas belajar mengajar dilaksanakan di ruang tamu dan garasi rumahnya. "Berjalannya waktu, Alhamdulillah Allah memberikan rizki kepada keluarga, sehingga bisa mendirikan bangunan ini," katanya.
Berkat dorongan kuat dari sang suami tercinta, Uji Setiaji, dia mengaku bisa bertahan sampai sekarang. Menurutnya, saat awal-awal merintis Rumah Bersama, suaminya meminta kepadanya agar fokus dalam satu bidang saja. Maklum, saat itu Neli masih mengajar di salah satu SMK swasta di Cikampek.
"Dulunya aku ngurus Rumah Bersama ini sambil ngajar di SMK Pamor Cikampek. Karena suami aku mempunyai jiwa kepedulian tinggi, dia menyuruh saya untuk meninggalkan sekolah (SMK Pamor Cikampek), dan akhirnya aku mengikuti keiinginan suamiku, karena anak berkebutuhan khusus lebih sangat membutuhkan," ungkapnya.
Hebatnya, sejak awal pendirian Rumah Bersama hingga saat ini belum ada bantuan dari pemeritah daerah. Bangunan yang sekarang dipakaipun merupakan tiga bangunan rumah di Perumahan Pondok Mekar Indah 2 yang disulap menjadi ruang kelas.
Karenanya wajar jika fasilitas yang ada di tempat tersebut kurang memadai. "Karena keterbatasan anggaran, jadi fasilitasnya belum lengkap. Tapi orang tua siswa merasa bangga dan senang, karena anak sudah ada sedikit perubahan. Dari yang dulunya tidak bisa memakai pakaian sendiri sekarang menjadi bisa, itu sudah suatu prestasi untuk anak berkebutuhan khusus. Selain itu juga anak berkebutuhan khusus di sini pada kreatif, ada yang bisa menggambar, menulis, dan lain sebagainya," jelasnya.
Saat ini di Rumah Bersama terdapat 17 peserta didik ABK. Di sana terdapat sembilan tenaga pengajar. Seorang di antaranya adalah mantan anak didiknya saat masih mengajar di SMK Pamor. Meski begitu, ia berharap ada sarjana atau mahasiswa yang mau turut serta mendidik anak berkebutuhan khusus di tempat yang dikelolanya.
Kasih sayang Neli ini ikut meringankan beban banyak orangtua. Satu diantaranya Imas, warga Kampung Karajan RT 02/02 Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru. Berkat Rumah Bersama lah anaknya bisa mendapatkan pendidikan khusus. Meski begitu diakuinya, fasilitas dan tempatnya masih kurang memadai. "Andaikan saja pemerintah mengucurkan anggaran untuk memfasilitasi ini, maka anak berkebutuhan khusus akan mempunyai kreativitas yangtinggi," katanya. (acu)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template