Sekolah di Cilebar, Ujian di Cilamaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah di Cilebar, Ujian di Cilamaya

Sekolah di Cilebar, Ujian di Cilamaya

Written By Angga Praditya on Selasa, 03 April 2018 | 12.00.00

5 SMK Masih Nebeng UNBK di Sekolah Lain

KARAWANG, RAKA - Sebanyak 18.385 siswa sekolah menengah kejuruan se-Kabupaten Karawang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer, Senin (2/4).
Namun, dari 105 sekolah penyelenggara, tidak semuanya bisa menggelar UNBK di sekolah mereka masing-masing karena keterbatasan sarana. Sebanyak lima sekolah masih harus nebeng di sekolah lain.
Bukan hanya sekolah swasta, sekeolah berstatus negeri pun masih harus nebeng ujian di sekolah lain. Seperti yang dialami 49 peserta UNBK dari SMKN 1 Cilebar. Mereka harus ikut menempuh ujian akhir di SMKN Cilamaya yang jaraknya lebih dari 15 kilometer dari gedung SDN Kertamukti 3 yang sehari-harinya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Para siswa SMK dengan kompetensi keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Agribisnis Perikanan ini harus berangkat dari rumahnya sejak pagi buta agar tidak terlambat masuk.
Kepala SMKN 1 Cilebar Iwan Sutiawan mengatakan, UNBK tahun ini merupakan kali keempat. Selama itu pula masih ikut ujian di SMKN 1 Cilamaya yang merupakan sekolah induk yang memiliki kompetensi keahlian yang sama.
Dia lantas curhat. Bukan saja UNBK yang masih nebeng, namun bangunan sekolah juga masih numpang di gedung sekolah dasar. Sebab sampai saat ini SMKN 1 cilebar belum memiliki lahan sendiri, apalagi bangunan. Sampai tahun ajaran 2016/2017 saja masih pindah-pindah. Jika sebelumnya menumpang di SMPN 1 Cilebar, namun setelah diberlakukan Kurikulum 2013 di sekolah menengah tersebut, kegiatan belajar mengajar pun akhirnya pindah ke SDN Kertamukti 3.
Iwan mengaku, pengadaan lahan saat ini sedang diproses di provinsi. Sementara untuk bangunan, karena syarat unit sekolah baru harus memiliki lahan terlebih dulu, maka proses belum dilaksanakan. "KBM juga pindah-pindah, karena jangankan bangunan, lahan saja belum ada," keluhnya.
Ketua Panitia UNBK SMKN 1 Cilamaya Irda Lulitasari mengatakan, selain siswa SMKN 1 Cilamaya, ada 49 peserta UNBK dari SMKN 1 Cilebar. "Biasanya (tahun lalu) menginap, tapi karena tahun ini dibagi 3 termin, para siswanya berangkat bolak balik," ujarnya.
Di lokasi berbeda, Sekretaris Panitia UNBK SMKN 1 Karawang Diah Gustanti mengakui ada keterbatasan alat komputer. Namun menurutnya tertolong dengan pembagian jadwal menjadi tiga sesi. "Ujian kali ini kita bagi 3 dengan jumlah siswa 1.041," ujarnya.
"Kendalanya, waktunya saja sekarang harus lebih lama. Kalau dulu bisa satu sesi, tapi sekarang bisa 3 karena kita keterbatasan komputer yang ada," sambungnya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Musyswarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Karawang Lili Suhenda mengatakan, dari 18.385 orang peserta ujian semuanya hadir. Kendati begitu, jika memang ada yang tertinggal, masih bisa mengikuti UNBK susulan pada 17 hingga 18 April mendatang. Diakuinya, dari 105 SMK, sebanyak 5 SMK masih ikut ujian di sekolah lain. (rud/apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template