Sawah yang Dilindungi Cuma 87 Ribu Hektare - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sawah yang Dilindungi Cuma 87 Ribu Hektare

Sawah yang Dilindungi Cuma 87 Ribu Hektare

Written By Angga Praditya on Minggu, 08 April 2018 | 17.30.00

KARAWANG, RAKA - Dari seluas 97.000 hektare lahan pertanian di Karawang saat ini, pemerintah daerah hanya akan melindungi 87.000 hektarenya saja. Itupuan terbatas hanya yang ada di Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan jangka waktu 30 tahun kedepan.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyampaikan itu kepada Radar Karawang, Jumat (6/4) usai pelaksanaan peresmian kegiatan Program Pegembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui kegiatan toko tani Indonesia di Dinas Pangan Karawang. "Kita punya 97.000 hektare lahan pertanian sekarang, dan ada 10.000 hektar yang bisa alihfungsi lahan, sisanya tidak boleh, siapapun pemimpinnya, karena sudah dijaga dengan LP2B," ujar Bupati Cellica.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kadarisman menyampaikan, kedepan mengenai lahan pertanian sudah sangat jelas akan dilindungi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang. Karena Karawang layak dipertahankan menjadi kota lumbung padi nasional yang telah memberikan kontribusi kepada nasional. "Kedepan yang jelas pertanian, harus dipertahankan dengan aturan LP2B yang telah membentengi selama 30 tahun kedepan," ujarnya.
Kata Khadarisman, dengan luas 97.000 hektare, yang diperbolehkan 10.000 hektar untuk dialihfungsikan, sehingga menjadi 87 hektare yang memang sudah tidak boleh lagi dialihkan apapun. "Ibu Bupati juga punya program untuk memberikan bantuan sosialisasi, sehingga kedepan dapat membantu pendapatan para petani walaupun dengan 87 hektare tapi produksinya harus tinggi," ujarnya.
Sehingga lanjut Khadarisman Karawang tetap menjadi kota lumbung padi nasional. Apalagi jika mencermati produksi gabah Karawang tahun 2017 lalu yang lumayan tinggi hingga mencapai 1.3 juta ton gabah kering. Jika dijadikan beras bisa mencapai 800.000 ton beras. "Hasil pertanian yang saya tahu, karena kebutuhan masyarakat hanya mencapai 300.000 ribu ton beras, menjadikan sisanya dilarikan untuk kebutuhan nasional," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template