Sariin 125 Tahun, Pernah Ditembaki Belanda di Sungai Buntu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sariin 125 Tahun, Pernah Ditembaki Belanda di Sungai Buntu

Sariin 125 Tahun, Pernah Ditembaki Belanda di Sungai Buntu

Written By Admin Raka on Senin, 23 April 2018 | 12.45.00

KARAWANG, RAKA - Zaman sekarang sangat jarang ada manusia berumur lebih dari satu abad. Tapi, hal itu menjadi mungkin saat menemui seorang kakek di Kampung Babakan Maja Timur RT 18 RW 04, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur. Namanya Sariin, mengaku berumur 125 tahun.
Meski tidak memiliki dokumen resmi, suami dari Acih (75) itu mengatakan jika menjalani hidup dengan iklas, akan jauh dari penyakit. "Dulu dokumen kependudukan hanyut saat banjir," ujar Sariin kepada Radar Karawang saat ditemui di rumahnya, Minggu (22/4).
Pria yang saat ini tinggal berdua dengan sang istri, mengaku memiliki lima orang anak. Dua diantaranya sudah meninggal dunia. "Diberi umur panjang Alhamdulillah. Tapi tidak lupa melaksanakan kewajiban salat," ujarnya.
Sebelum menikahi Acih, kata Sariin, dia pernah menjalani rumah tangga dua kali. Saat mudanya dulu, dia juga ikut berperang melawan penjajah. Begitu pula ketika peristiwa Rengasdengklok, dia mengaku menjadi salah satu saksi kejadian bersejarah tersebut. "Soekarno mah kesinian (lebih muda umurnya), Kampung Rengasdengklok saksinya. Soekarno selamat disembunyikan dalam peti," ujarnya.
Ia melanjutkan, tidak banyak yang tahu saat Soekarno hidup di Karawang selalu bersama rakyat. Terkadang ikut melakukan cocok tanam. Namun masyarakat banyak yang tidak tahu sosok sang proklamator. "Saat turun dari kereta, Soekarno tidak mau dipayungi. Dia marah, karena lebih baik merangkul dengan masyarakat," ujar Sariin.
Pengakuan Sariin, zaman penjajahan dulu, dirinya nyaris menjadi sasaran Belanda di wilayah Palumbonsari. Saat itu, tidak ada satupun yang berani melintasi wilayah tersebut. Namun karena nekat, dia memberanikan menyusuri jalan yang dekat dengan markas tentara Belanda. Pengalaman lainnya, dia pernah ditembaki tentara Belanda saat mengayuh perahu melintasi Sungai Buntu. "Saya ditangisi bos waktu itu, tapi Alhamdulillah sampai saat ini masih hidup," ujarnya.
Sariin mengatakan jika dalam dirinya tidak memiliki ilmu apapun, sehingga bertahan hingga sampai saat ini. Rahasianya, selalu berbuat baik kepada orang lain dan iklas menjalani kehidupan. "Kalau ada teman atau lainnya minjam uang, saya tidak pernah nagih," ungkapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template