Prustrasi Sakit Tak Sembuh Iman Gantung Diri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Prustrasi Sakit Tak Sembuh Iman Gantung Diri

Prustrasi Sakit Tak Sembuh Iman Gantung Diri

Written By Admin Raka on Rabu, 04 April 2018 | 17.30.00

TELAGASARI, RAKA - Iman (82) warga Dusun Linggarsari 1 RT 04/02, Kecamatan Telagasari, memilih mengakhiri hidupnya Selasa (3/4) sekitar pukul 06.00 Wib di tanah kebon dekat rumahnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tambang. Iman memilih jalan pintas itu diduga karena depresi lantaran mengidap penyakit paru.
"Tadinya saya cuma akan lewat kebun pagi-pagi, tidak sengaja melihat orang menggantung di pohon mangga, ya saya lari dan teriak minta tolong. Pas didekati ternyata itu Mbah Iman," kata Emped, warga Desa Linggarsari.
Kaur Pemerintahan Desa Linggarsari Naif mengatakan, Iman merupakan kakek kelahiran 1942 warga Dusun Linggarsari RT 04/02. Diusianya yang sudah sepuh, Iman kabarnya menderita penyakit paru menahun yang tak kunjung sembuh, bahkan sesekali menginap pulang ke anaknya di Dusun Lampean, Desa Kedawung karena anak-anaknya banyak di Lampean.
Namun, saat pulang dari Lampean pada senin malam, mungkin tidak diketahui pihak keluarga yang di Linggarsari, sampai akhirnya paginya sekitar pukul 06.00 Wib, orang tua itu didapati sudah menggantung di pohon mangga di kebun H. Husen tidak jauh dari SDN Linggarsari II. "Diduga sih karena depresi lantaran sakit asma atau paru, sehingga membuat mbah Iman nekat," katanya.
Kades Linggarsari, H. Rasam Efendi mengatakan, motif warganya itu gantung diri belum diketahui pasti karena apa. Sehari-hari, Iman tidak berusaha karena memamg usianya sudah sepuh. Tak disangka, ayah dari 7 anak itu, menggantungkan diri dengan tali tambang ke pohon mangga di kebun Pak Husen. Tapi, tidak berselang lama, aparat dari Polsek Telagasari dan Identifikasi Polres Karawang yang mendapat laporan datang ke lokasi dan melakukan olah TKP.
Setelah itu, tubuh korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka oleh petugas Kepolisian, dan  pihak kluarga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi. "Motif pastinya tidak jelas apakah karena prustrasi lantaran penyakitnya atau apa, tetapi yang jelas di dusun itu sudah geger sejak pagi," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template