Polisi Tidur Dipasang Demi Alasan Keselamatan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Tidur Dipasang Demi Alasan Keselamatan

Polisi Tidur Dipasang Demi Alasan Keselamatan

Written By Admin Raka on Jumat, 20 April 2018 | 13.30.00

KARAWANG, RAKA - Alasan keselamatan menjadi dasar pembuatan polisi tidur atau bumper. Dengan alasan itu juga, ketika dinas terkait dianggap tidak peka untuk menyelamatkan dari ancaman kecelakaan, masyarakat berinisiatif menyelamatkan dirinya dengan memasang polisi tidur. Terlebih dengan alasan tingginya angka kecelakaan di ruas jalan bersangkutan.
Untuk itu Dinas Perhubungan (Dishub) diminta peka mencermati persoalan tersebut. Paling tidak melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat. Termasuk sosialisasi pentingnya memasang rambu-rambu lalulintas di titik-titik rawan kecelakaan untuk dipatuhi oleh masyarakat.
Kasi Trantib Kecamatan Karawang Barat Ave Maman SH, ketika menyinggung perihal tersebut menyampaikan ketika masyarakat akan membuatkan polisi tidur memang harus mendapatkan rekomendari terlebih dahulu dari Dishub. "Bukan kita tidak mendukung masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah mengenai fasilitas umum, terutama menjaga anak-anak dari ancaman kendaraan saat di jalanan. Kita pengennya masyarakat juga taat hukum," ucapnya.
Ave mengakui, selama bertugas di Karawang Barat belumn ada satupun yang melakukan izin untuk pembuatan polsi tidur. Walaupun dasar pembuatan itu demi keselamatan, terang Ave, minimal warga bilang kepada aparat agar diketahui dan diperbolehkan atau tidaknya dibuatkan polisi tidur.
Sementara itu, Kadishub Arief Bijaksana Maryugo ketika diminta pernyataannya terkait polisi tidur hanya mengatakan jika polisi tidur atau bumper apabila masyarakat mau membuatnya harus minta rekomendasi terlebih dahulu ke Dishub untuk dilakukan kajian akan faktor keselamatan dan lalinnya. "Kecuali bumper itu dipasang bukan di jalan umum," ucapnya Via pesan singkat.
Dilanjutkan Arief, jika mengacu terhadap sanksinya sudah pasti ada yakni akan dilakukan pembongkaran. Hanya saja sejauh ini belum pernah dilakukan. "Bumper atau garis kejut tujuannya untuk peringatan keselamatan, kalau ada bumper yang dibuat tanpa rekom dishub dan mengakibatkan kecelakaan itu bisa berakibat pidana," papar dia, tanpa menyebutkan jika polisi tidur itu dicabut kemudian ada anak yang tertabrak mobil apakah itu juga termasuk tindak pidana. (apk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template