Pilkades 2018 Bikin Iri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pilkades 2018 Bikin Iri

Pilkades 2018 Bikin Iri

Written By Angga Praditya on Senin, 02 April 2018 | 12.00.00

Kades Angkatan 33 dan 12 Minta Tahun Ini Juga

CILAMAYA WETAN, RAKA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sejak tahun 2015 menetapkan agar pemilihan kepala desa (pilkades) digelar serentak tiga kali dalam kurun waktu 6 tahun.
Dikabulkannya tuntutan kepala desa angkatan 67 oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana agar pilkades dilakukan tahun ini, disebut-sebut akan menjadi pesta demokrasi tingkat desa serentak periode perdana. Dampaknya, jadwal pilkades angkatan 33 dan 12 yang rencananya akan digelar Oktober 2019 bisa batal dan terancam mundur hingga tahun 2021.
Kades Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan Aruji Atmaja mengatakan, dia bersama rombongan kades angkatan 33 meminta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang menyiapkan waktu untuk menghadap DPP Apdesi, bahkan bila perlu ke Kemendagri dan Kementerian Desa menyampaikan aspirasi kades angkatan 33 dan 12. "Tujuan utamanya adalah bagaimana agar bisa mendobrak regulasi Permendagri Nomor 65 tahun 2017 tentang Pilkades Serentak," ungkapnya kepada Radar Karawang, Minggu (1/4) kemarin.
Para kades angkatan 33 sebut Aruji, harus segera kumpul untuk membahas nasibnya. Karena pihaknya hanya punya waktu 3 bulan. Pasalnya, jika tidak ada aral melintang, terhitung Juli peraturan bupati tentang tahapan pilkades akan terbit untuk meladeni angkatan 67 tersebut. "Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) jelas sudah bilang, bahwa pilkades angkatan 33 dan 12 itu digelar 2021 akibat imbas dikabulkannya yang 67 ini," katanya.
Selain dirinya, sebut Aruji, beberapa kades seperti kades Pagadungan, Sukamulya, Rawamerta, Cibadak, dan Rawamekar siap dimobilisasi untuk menyuarakan tuntatannya. "Semuanya sepakat, bahwa sebelum melangkah lebih jauh, para kades angkatan 33 ini harus segera kumpul dulu untuk menyamakan persepsi. Bahkan jika diperlukan, Apdesi dan Baladewa diikutsertakan. Sebab, hanya punya waktu 4 bulan, sebelum rancangan peraturan bupati tentang perubahan Permendagri Nomor 65 tahun 2017 ditetapkan," tuturnya.
Terlepas bahwa incumben akan nyalon kembali atau tidak, kata Aruji, yang penting angkatan 33 berupaya agar bisa pilkades bersama angkatan 67 pada tahun 2018  atau Oktber 2019. "Dari pada pilkades 2021 kelamaan, kita ini habisnya 2019. Maka upayanya agar bisa ikut angkatan 67 di tahun 2018 ini, atau Oktober 2019," harapnya.
Ia berharap Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan anggota dewan bisa mengabulkan tuntutan kades angkatan 33 dan 12. Aruji tidak menginginkan ada kegaduhan pada tahun politik. "Rencananya memang mau ketemu bareng Komisi A. Namun, sejauh ini masih belum hasil, bahkan kalau sampai tidak ada jalan keluarnya, semua angkatan 33 akan membawa pamong dan warganya untuk menggeruduk pemda dan dewan," ungkapnya.
Sekretaris Komisi A DPRD Karawang Indriyani mengatakan, dalam waktu dekat DPMD akan mengajak Komisi A ke Kemendagri, kaitan surat edaran agar pada tahun 2019 tidak melaksanakan pilkades. Sebab, jika angkatan 67, 33 dan 12 disatukan, justru menurut malah riskan. Karena jumlah desanya terlalu banyak. "Kita mau ke Kemendagri untuk konsultasi dulu, karena memang ada peluang pilkades angkatan 33 dan 12 itu tetap digelar di tahun 2019," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template