Pilih Bekerja Ketimbang Ujian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pilih Bekerja Ketimbang Ujian

Pilih Bekerja Ketimbang Ujian

Written By Admin Raka on Selasa, 24 April 2018 | 17.30.00

Banyak Siswa Putus Sekolah 

RENGASDENGKLOK, RAKA- Sebanyak 606 jumlah siswa SMPN 1 Rengasdengklok serta SMPN Terbuka telah menyelesaikan hari pertama ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (23/4). Namun sayang, 6 bulan sebelum Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) berlangsung, banyak siswa yang mengundurkan diri dari sekolah dan lebih memilih tidak ikut ujian dengan beberapa alasan.
Terhitung 10 orang siswa reguler SMPN 1 Rengasdengklok tidak bisa mengikuti ujian dengan berbagai alasan dan 6 siswa SMPN Terbuka. Meskipun keluarnya siswa telah dilengkapi dengan surat pernyataan orang tua dan beberapa dengan alasan kepindahan. Namun, mayoritas siswa yang tidak bisa mengikuti ujian akibat keadaan orang tua ataupun broken home. “Memang sebagian siswa beralasan pindah, namun kebanyakan dari mereka lebih memilih keluar akibat broken home dan tidak mau sekolah. Bahkan ada yang keluar sekolah hanya dengan alasan ingin bekerja,” ucap Kepala SMPN 1 Rengasdengklok, H Engkus Sutisna, kepada Radar Karawang.
Seraya memperlihatkan surat pernyataan orang tua siswa yang keluar, Engkus sangat menyayangkan dengan keadaan tersebut. Apalagi dengan adanya alasan siswa yang keluar hanya ingin bekerja menjadi seorang pembantu rumah tangga (PRT). Tidak hanya itu, lebih parahnya ada salah satu siswi yang keluar dan memilih bekerja sebagai pemandu karaoke yang dengan bangga memamerkan foto-fotonya kepada siswa lain.
Dirinya menyebutkan lebih baik memperbaiki siswa yang dinilai bandel, dari pada mengurusi siswa yang malas belajar. Meskipun semua itu merupakan tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah. Alasannya siswa membandel masih bisa tertolong dengan hanya mengubah sikap, namun lain halnya dengan siswa yang malas dan tidak semangat dalam bekajar.
Di tempat yang sama, pembina OSIS SMPN 1 Rengasdengklok, Ahmad Diki menambahkan, ada siswa yang keluar dari sekolah dengan alasan ingin bekerja. Padahal, pihaknya selalu memberikan kelaluasaan kepada orang tua siswa ataupun langsung kepada siswanya sendiri. Bahkan suatu waktu harus menjemput ke rumah salah satu siswa yang tetap ingin keluar, agar bisa kembali melakukan akktifitas belajarnya. “Pihak selalu memberikan pendampingan agar siswa terus sekolah, kalaupun harus ke rumahnya dan membujuknya agar tetap sekolah. Tapi pikihan ada di tangan mereka,” ujarnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template