Peternak Ayam Broiler Minta Dibina - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peternak Ayam Broiler Minta Dibina

Peternak Ayam Broiler Minta Dibina

Written By Admin Raka on Senin, 16 April 2018 | 14.30.00

PANGKALAN, RAKA - Aktifitas peternakan ayam pedaging di Kecamatan Pangkalan kurang mendapat pengawasan pemerintah daerah. Padahal keberadaan ternak-ternak ayam tersebut bukan saja bersentuhan langsung kebutuhan masyarakat tetapi juga rawan jadi sumber penyakit. Di wilayah kecamatan itu sendiri ada sekitar 16 peternakan ayam tersebar di sejumlah tempat. 
Pasca musim hujan ini, tak jarang ayam itu rentan akan kematian karena berbagai penyakit seperti tetelo dan flu burung. Meski tidak terjangkiti virus tersebut kekhawatiran masyarakat akan kondisi itu cukup beralasan. Bahkan berdasarkan pengakuan dari produsen ayam broiler hampir tidak ada pengawasan dari pemerintah. Selama ini peternak sendiri yang melakukan pencegahan terhadap penyakit. 
"Agar tidak mudah diserang penyakit, saya mesti lakukan pencegahan dengan memberikan semprotan dengan diberi obat agar ayam tidak mudah sakit. Kalau perubahan cuaca, yang khawatir ayam kita malah diserang penyakit, sehingga banyak yang mati. Dan, kita sendiri kurang mengerti cara memusnahkan ayam-ayam yang mati. Tetapi yang biasa kita lakukan kita buang saja atau ditanam biar tidak jadi penyakit," ucap Ujang (33) peternak ayam broiler di Desa Medalsari.
Senada dengan itu, Feri (42) peternak ayak broiler asal Desa Kidangranggah, Pangkalan mengaku bahwa ayam boiler itu hanya titipan dan biasanya langsung di lakukan pedagingan dan di akui dirinya, bahwa saat ini dirinya tidak men ternakan ayam itu karena terlalu riskan. "Kalau disini, kami tidak menjadi peternak, hanya di titip kebutuhan pembeli. Paling kita keluarkan dalam satu hari sekitar 30 sampai 40 kilogram saja, lalu selepas itu kita jual per item ayam seperti ceker, jeroan dan dagingnya saja. Kalau ternak memang dibutuhkan pencegahan, apalagi perubahan di musim pancaroba ini," akunya.
Sementara Nurdin  (44) peternak ayam broiler mengaku pantauan dan pengawasan dari pemerintah sangat kurang. Kalau kita beternak menggunakan pengetahuan apa adanya, berbeda kalau dengan bimbingan pemerintah bisa lebih memahami cara beternak yang baik. Hanya saja, lanjut ia, proses laporan itu perlu dibuatkan karena mengingat ayam broiler itu dikonsumsi oleh masyarakat. "Kami justru berharap semua bisa berkoordinasi sehingga mau swasta maupun yang bentukan pemerintah bisa mendapatkan hasil maksimal. Karena sejauh yang saya tahu, pemerintah hanya melakukan pengawasan di bidang Peternakan yang lain, padahal Kerentanan bisa saja terjadi seperti di ternak ayam broiler yang kami geluti," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template