Petani Mekarbuana Tingkatkan Produksi Gabah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Mekarbuana Tingkatkan Produksi Gabah

Petani Mekarbuana Tingkatkan Produksi Gabah

Written By Admin Raka on Senin, 09 April 2018 | 19.00.00

TEGALWARU, RAKA - Petani di wilayah Kecamatan Tegalwaru terus berupaya mendongkrak produksi padi meskipun saat ini akan memasuki musim kemarau. Salah satu caranya dengan mengoptimalisasi pemanfaatan air permukaan dengan menggunakan pipanisasi agar areal sawah tetap teraliri.
Ketua Kelompok Tani Desa Mekarbuana H. Ibrohim (54) saat Radar Karawang menyambangi rumahnya, Minggu (8/4) menyampaikan, sekarang ini tidak banyak petani di sentra produksi pertanian yang menggunakan irigasi air permukaan untuk mendorong produksi pangan mereka. Rendahnya ketersediaan air di musim kemarau seharusnya membuat petani bisa memanfaatkan sumber air permukaan melalui perpipaan dan perpompaan.
"Pemanfaatan air permukaan misalnya dengan irigasi perpipaan dengan sistem gravitasi yang pendistribusiannya menggunakan pipa. Selain itu bisa juga melalui irigasi perpompaan yang menggunakan pompa air dengan pendistribusian melalui saluran terbuka dan tertutup. Kedua sistem irigasi ini juga bisa dikombinasikan penggunaannya," ujar Ibrohim.
Menurutnya, penyediaan air sebagai suplesi air irigasi untuk pertanian khususnya areal di luar sistem irigasi teknis dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber air yang berasal dari sungai, mata air, danau, embung, dan sumber air lainnya. Pada 2017 sendiri, pengembangan irigasi perpipaan dan perpompaan sudah sebanyak di wilayah Kecamatan Tegalwaru sendiri hampir 12 unit yang tersebar di beberapa desa dan pipanisasi yang kini tengah di gulirkan oleh para petani yang bekerjasama dengan Balai Pertanian Kecamatan Tegalwaru.
Upaya tersebut, lanjutnya banyak dilakukan pada lahan-lahan kering atau tadah hujan yang memiliki indeks pertanaman (IP) 100 sehingga nantinya IP akan meningkat menjadi 200. Syaratnya, harus dekat dengan sumber air. "Pemanfaatan air permukaan tersebut semata-mata dalam rangka mendukung peningkatan produksi pangan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," tegasnya.
Hal senada pun dikatakan Kepala Balai Pertanian Kecamatan Tegalwaru Asep Ekeng SP. Kecamatan Tegalwaru merupakan daerah yang sudah mengembangkan irigasi perpipaan dan perpompaan untuk peningkatan produksi tanaman pangan. Kegiatan irigasi perpipaan yang dilaksanakan pada lahan areal sawah tadah hujan dengan memanfaatkan sumber air dari anakan sungai Cigeuntis. "Diarah hulu Sungai Cigeuntis, dibuatkan dam parit guna membuat saluran utama bagi pipanisasi, lalu dengan menggunakan daya gravitasi, dari arah hulu ke hilir ternyata cukup efektif juga bagi pengairan persawahan di wilayah Kecamatan Tegalwaru, terutama bagi lahan sawah tadah hujan," ucapnya. 
Dikatakan Asep potensi luas sawah disana sebesar 112 hektare di zona lahan areal persawahan Desa Mekarbuana dan Wargasetra dengan dibangun saluran perpipaan sebesar 77 ha. Lahan yang awalnya hanya bisa ditanami setahun sekali (IP 100), kini dapat ditanami padi dua tahun sekali (IP 200). "Wilayah lain yang juga melakukan itu adalah Kelompok Tani Bina buana 1, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru dan kelompok tani Wargasetra 2. Luas lahan yang dialiri seluas 32 ha dengan sumber air Sungai Cigeuntis, kini sudah bisa ditanami padi sebanyak dua kali dalam setahun. Padahal awalnya juga hanya bisa sekali tanam padi dalam setahun," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template