Petani Kampek Cemaskan Gagal Tanam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Kampek Cemaskan Gagal Tanam

Petani Kampek Cemaskan Gagal Tanam

Written By Admin Raka on Rabu, 25 April 2018 | 17.40.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Petani Kampung Kampek Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat mencemaskan gagal tanam akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi sepekan terakhir yang bisa membuat sawah mereka terendam.
"Sampai saat ini sih aman, tapi rasa was-was tetap saja ada apalagi usia tanam padi baru dua minggu," Ucap Warta (45) petani asal Kampung Kampek, Selasa (24/4). Dia menuturkan, sawah memang membutuhkan air tetapi kalau berlebihan tanaman padi malah rusak.
Intensitas hujan di wilayah itu, terang Warta, tidak sebanyak wilayah selatan. Dia mendapatkan informasi melalui jejaring sosial terkait intensitas hujan yang sepertinya akan berlangsung terus-menerus dalam pekan-pekan ini. "Informasinya dari anak saya, ada salah seorang netizen di facebook memaparkan data-data kalau pekan-pekan ini hujan akan turun dengan deras," ucapnya. 
Hal senada diakui Pansuri (40) juga petani Kampung Kampek. Sejauh ini petani sudah sedikit merasa nyaman karena fasilitas kartu tani dan asuransi sudah terdaftar secara serempak. Bahkan akuinya, beberapa petani yang sebelumnya tidak masuk ikut terdaftar sebagai kelompok tani kini merasakan dampaknya. "Dulu boleh jadi kesal, karena tidak ada yang mengganti kerugian. Tetapi sekarang kan ada asuransi, kerugian yang terjadi bisa diklaim melalui asuransi," pungkasnya.
Saat di konfirmasi terkait upaya mengantisipasi tingginya curah hujan, Kepala UPTD Pertanian dan peternakan Kecamatan Telukjambe Barat Abidin SP menerangkan petani kini sudah merasakan untungnya menjadi mengasuransikan gabahnya. "Pencegahan itu bisa di minamalisir dengan adanya program asuransi petani. Sejauh ini, hampir 90 persen petani di lingkungan wilayah Kecamatan Telukjambe Barat sudah menjadi anggota asuransi tani," ucapnya.
Saat ubu sekitar 112 petani mengandalkan lahan pertanian sebagai mata pencaharian. Kebutuhan air bagi lahan pertanian memang cukup tinggi, akan tetapi jika ketersediaan air berlimpah malah menjadi petaka. Mereka berdalih intensitas hujan dari arah hulu sebagai penyebab limpasan air yang biasanya merendam sawah di wilayah itu. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template