Perbaiki Data Dulu Sebelum BPNT Direalisasikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perbaiki Data Dulu Sebelum BPNT Direalisasikan

Perbaiki Data Dulu Sebelum BPNT Direalisasikan

Written By Angga Praditya on Minggu, 08 April 2018 | 17.43.00

PURWASARI, RAKA - Akan beralihnya program beras sejahtera (Rastra) kepada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) membuat pemerintahan desa kebingungan. Padahal sebagus apapun programnya, jika datanya bermasalah tetap saja akan bermasalah. Oleh karenanya seharusnya pemerintah melakukan pendataan ulang dengan melibatkan pemerintahan desa.
"Kalau menurut saya, yang masalah itu datanya, bukan programnya. Maka yang harus diperbaiki lebih dulu adalah datanya," ujar Sekretaris Desa Purwasari saat berbincang dengan Radar karawang belum lama ini.
Dia menyampaikan, yang mengetahui kondisi ril adalah pemerintahan desa, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sementara data yang digunakan acuannya adalah data Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara saat terjadi permasalahan, yang pertama kali diserang warga adalah pemerintahan desa. "Inikan nggak bener, kami yang jadi bulan-bulanan warga. Terus warga juga banyak dirugikan, karena data yang tidak akurat," terangnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, bayangkan saja di Purwasari, jumlah penduduknya mengalami perubahan yang signifikan setelah limatahun terakhir. Karena mulai tumbuh perumahan-perumahan dan mulai banyak pendatang yang bekerja di pabrik diwilayah Purwasari.
Melihat kondisi tersebut, tentu mempengaruhi data penduduk miskin yang ada di Purwasari. Ada yang meninggal, ada yang datang dan menjadi warga miskin, ada yang dulunya miskin kemudian saat ini sudah menjadi orang kaya atau orang yang berkecukupan secara ekonomi. "Terus kalau ada warga (yang masuk data miskin) yang meningal otomatis kuotanya hilang atau berkurang. Padahal sebenarnya banyak warga miskin yang tidak masuk data," bebernya.
Dengan demikian, jika berbicara dengan persoalan warga miskin, maka harus benar-benar teliti agar tidak ada kesalahan. Jangan sampai ada kecemburuan sosial sesama warga. Apalagi kalau yang dapat bantuannya (BPNT) nanti warga yang lebih baik secara ekonomi dibandingkan dengan warga yang tidak masuk kategori keluarga penerima manfaat (KPM). "Jangan sampai sirik antar tetanga. Karena sama-sama warga miskin tapi yang satu dapat yang satu tidak," pungkasnya.
Sementara Kabag Ekonomi Setda Karawang Herry Heriadi belum lama ini pernah menyampaikan, bahwa program rastra akan diganti menjadi BPNT. Kabag Ekonomi Setda Karawang hanya akan mengantarkan sampai terealisasinya program tersebut. Karena ke depan, yang akan menggarapnya adalah Dinas Sosial. "Di atasnya juga dari Kemensos, jadi sekarang masa transisi. Paling telat bulan Juni harus sudah diluncurkan (BPNT)," ujarnya.
Menurutnya, nanti setiap KPM akan mendapatkan kartu khusus untuk bisa mencairkan program tersebut dengan nilai anggaran per KPM Rp110 ribu perbulan.  Sementara untuk proses pencairannya dilakukan di agen yang ditunjuk oleh bank yang menjalankan program tersebut. "Ada wacana juga nanti agennya BUMDes (Badan Usaha Milik desa). Yang kirim barangnya bulog atau pihak lain," bebernya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk jenis barang yang bisa dicairkan atau diterima oleh KPM BPNT sendiri ada dua jenis barang yaitu beras dan telor. Menurutnya program pengganti rastra tersebut sebenarnya sangat baik karena akan langsung pada penerima manfaat penyalurannya. Berbeda dengan rastra yang proses pendistribusiannya melalui kecamatan, terus desa baru ke penerima manfaat. "Minimal nggak ada lagi istilah nunggak. Karena itu yang menjadi hambatan dari program rastra. Beruntung untuk tahun 2017 lalu semua desa sudah lunas," pungkasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template