Perajin Keset Butuh Bantuan Modal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , , » Perajin Keset Butuh Bantuan Modal

Perajin Keset Butuh Bantuan Modal

Written By Admin Raka on Sabtu, 28 April 2018 | 15.30.00

KOTABARU, RAKA - Perajin keset di Kampung Kerajan Desa Wancimekar mengharapkan ada bantuan permodalan dari pemerintah. Pasalnya perajin yang mayoritas ibu-ibu berusia di atas 50 tahun itu tidak bisa meningkatkan pendapatan jika tidak ada bantuan permodalan.

"Pendapatan Saya perhari Rp10.000. Itu hasil dari membuat keset satu kodi yang dijual ke bos," kata Enih (59), warga Kampung  Krajan Rt 02/01, Desa Wancimekar saat berbincang dengan Radar Karawang, usai dikunjungi bupati di lingkungan balai Desa Wancimekar.

Padahal, tambah Enih, jika para perajin keset menggunakan modal sendiri, pendapatan perharinya bisa ditingkatkan sekitar Rp30.000 dengan jumlah produksi yang sama yaitu satu kodi. "Makanya kami minta dibantu modal yah, tadi juga ngomong ke Ibu bupati," tambahnya.

Lebih lanjut dia merincikan, harga keset kalau di jual ke pasaran satu kodi sekitar Rp50.000 sedangkan para perajin dibayar oleh bos perkodi sebesar Rp40.000. Untuk modal produksinya sendiri satu kodi membutuhkan uang sebesar Rp20.000. "Karena modalnya dari bos, jadi dijualnya ke bos. Kalau jual langsung kami bisa jual Rp50.000 jadi keuntungannya bisa mencapai Rp30.000 perkodi," jelasnya.

Kepala Desa Wancimekar Alih Miharja juga mengharapkan pemerintah daerah bisa membantu warganya yang merupakan para perajin keset. Karena yang dibutuhkan saat ini adalah bantuan permodalan untuk meningkatkan pendapatan warga. "Untuk pemasaran tidak ada masalah. Bahkan banyak orang dari Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur) yang beli keset untuk dipasarkan lagi," terangnya.

Sementara karena keterbatasan permodalan, para perajin terpaksa harus pinjam modal ke orang yang punya duit. Sehingga keset yang sudah jadi juga tidak bisa dijual keluar kecuali ke orang yang meminjamkan modal. "Kasihan, perajin keset hampir semuanya ibu rumah tangga yang usianya di atas 50 tahun," terangnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk siklus kerajinan keset sendiri, bahan bakunya berasal dari kain yang sudah tidak terpakai. Kemudian dibeli oleh bos dan digarap oleh para perajin, setelah jadi keset maka siap dipasarkan. "Bahan bakunya hanya kain yang sudah tidak terpakai, nggak sulit sebenarnya," bebernya.

Sementara Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana berjanji akan menindaklanjuti keinginan warga terkait permodalan. Karena tambah Celli, sebenarnya untuk permodalan tidak besar, tapi bisa memberikan peningkatan pendapatan para perajin. "Keluhannya soal permodalan. Kami akan memberikan bantuan dari dinkop (Dinas Koperasi). Dan kami akan memberikan bantuan berupa bahan baku," janjinya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template