Pendidikan Kebudayaan Membangun Mental Siswa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pendidikan Kebudayaan Membangun Mental Siswa

Pendidikan Kebudayaan Membangun Mental Siswa

Written By Angga Praditya on Selasa, 03 April 2018 | 16.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Pendidikan kebudayaan memberikan dampak positif untuk perkembangan jiwa dan mental anak. Jika hal ini diterapkan kepada anak didik maka kelak dia akan tumbuh menjadi pemuda yang berwawasan ke depan dan menghargai suatu pendapat dan cinta akan tanah airnya.
Hal itu diungkapkan Mela Marlina, pemerhati masalah kebudayaan, melalui artikelnya, baru-baru ini. "Ketika anak sudah dewasa dan mengerti betapa pentingnya budaya itu, sama halnya seperti kewajiban belajar di sekolah yang harus mengikuti aturan berlaku, begitu pula dengan budaya. Sebagai generasi muda sudah diwajibkan untuk melestarikan budayanya," ucap Mela.
Dikatakan Mela, ada cara untuk mencapai keberhasilan dalam memajukan kebudayaan Indonesia dan pembangunan nasional. Indonesia memiliki potensi meskipun juga terbelit dengan begitu banyak masalah multidimensi. "Kita harus optimis bahwa kita mampu menjadi negara yang besar di kemudian hari," ucapnya.
Hal lain yang patut diperhatiakan generasi muda penerus bangsa wajib menjunjung tinggi kearifan lokal bangsa, namun juga harus berwawasan global dan bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan budaya sendiri. "Pemerintah perlu melakukan terobosan dengan memberlakukan Hari Budaya Nasional. Hari di mana tiap-tiap provinsi atau minimal desa memiliki hari budaya masing-masing yang telah disepakati oleh perangkai pemerintah setempat. Setiap daerah wajib menggali budaya daerah serta mentransformasikannya ke dalam sebuah pertunjukkan budaya di daerah tersebut," ucap Mela.
Menurut Mela, agenda ini mampu membangkitkan wawasan kebangsaan. Dengan mengetahui nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam Hari Budaya Nusantara di tiap-tiap daerah, akan mampu membangkitkan rasa nasionalisme serta mampu membentuk karakter bangsa yang asli. Orang Indonesia yang rajin, ramah, telaten, dan beradab akan menjadi cermin bahwa pembangunan budaya juga ikut andil dalam pembangunan karakter bangsa. "Diharapkan kita juga bisa memadukan kearifan lokal nilai-nilai global, sehingga adopsi yang dilakukan mampu membentuk budaya dan karakter yang unik dan khas untuk Indonesia," tandasnya.
Walaupun penanaman budaya Indonesia sudah diberikan sejak mereka mengenyam pendidikan pertama di sekolah dasar, sebut Mela, namun kedatangan budaya asing membuat budaya Indonesia terpinggirkan. Maraknya persaingan global dan tidak lama lagi tahun 2015 akan di sah kannya pasar bebas di negeri ini, hal ini akan berpengaruh negatif dalam pelestarian budaya Indonesia jika semangat kaum muda dan mahasiswa lebih menyukai budaya asing. (ari)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Yth...
    Jika memang pduli trhdap anak,
    Kami sbgy warga yg jg mmiliki anak, mhon dgn Sgt,kpd pmerintah trkait untuk sgera mberantas golongan LGBT yg smakin merajalela di kwasan tluk jambe ini.
    Skian dan trmksih.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template