Pemda Dinilai Teledor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemda Dinilai Teledor

Pemda Dinilai Teledor

Written By Admin Raka on Senin, 30 April 2018 | 16.30.00

Soal Penetapan Pemenang Rutilahu Mulyasejati

CIAMPEL, RAKA - Gagalnya penyelesaian pengerjaan proyek rumah tidak layak huni (Rulahu) di Kampung Cisaga, Desa Mulyasejati harus menjadi pembelajaran serius bagi pemerintah daerah. Bahkan akademisi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Sony Hersona menilai pemerintah daerah teledor saat menetapkan pemenang.
"Ini artinya harus ada pengetatan pra lelang bagi para peserta lelang," kata Sony kepada Radar Karawang.

Menurutnya, proses lelang berbasis teknologi memang bagus, karena itu mengikuti perkembangan zaman. Tapi jika semuanya hanya mengandalkan teknologi tanpa adanya pengecekan secara detail oleh panitia lelang, maka peserta bisa membuat hal-hal curang untuk mengelabui panitia lelang. "Jadi tetap harus dicek yah, perusahaannya seperti apa, modalnya ada nggak, tenaga teknisnya ada nggak. Kalau oke baru diterima menjadi peserta lelang," bebernya.

Karena, tambah Sony, kejadian adanya perusahaan yang tidak menjalankan kontrak dengan baik bukan hanya merugikan pemerintah daerah saja, bahkan merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat. "Inikan program untuk rakyat miskin, harusnya menguntungkan rakyat bukan malah merugikan," tandasnya.

Lain dari itu, para peserta lelang juga harus mendapatkan rekomendasi dari asosiasi-asosiasi perusahaan sebelum mengikuti lelang. Dengan demikian, bukan hanya pemda saja yang bertanggungjawab atas para peserta lelang, melainkan asosiasi juga ikut bertanggungjawab, karena mengeluarkan surat rekomendasi. "Jadi memang harus melibatkan berbagai pihak. Agar dalam menetapkan tidak gegabah. Sehingga perusahaan yang menang lelang memang benar-benar siap mengerjakan proyek sesuai dengan kontrak," terangnya.
\
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang telah menandatangani kontrak proyek senilai Rp1,4 miliar dengan CV Megantara untuk proyek rutilahu yang dibangun di Kampung Cisaga, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel sebanyak 41 unit. Namun perusahaan pemenang tidak menyelesaikan pembangunan sesuai dengan kontrak yang ditentukan, bahkan sampai saat ini masih menyisakan sembilan rumah yang belum selesai dibangun.
Untuk CV Megantara sendiri dikenakan sanksi berupa blacklist dan denda maksimal. Dengan demikian CV Megantara tidak bisa mengikuti kegiatan yang diadakan pemerintah selama dua tahun ke depan.

Kasi Pembangunan Kawasan Pemukiman DPRKP Karawang Irwan Ahmad Santosa pernah menyampaikan, berkaitan dengan penyelesaian program rutilahu Mulyasejati, dirinya akan menghitung secara rinci sisa pekerjaannya. Karena sisanyalah yang akan dilanjutkan oleh pemborong baru. "Kalau kurang dari Rp200 juta penunjukan langsung. Tapi kalau lebih dari Rp200 juta akan dilelang (LPSE)," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template