Pemborong Rutilahu Mulyasejati Diblacklist - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemborong Rutilahu Mulyasejati Diblacklist

Pemborong Rutilahu Mulyasejati Diblacklist

Written By Admin Raka on Senin, 23 April 2018 | 18.00.00

CIAMPEL, RAKA - Sembilan kepala keluarga di Kampung Cisaga, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel yang rumahnya belum selesai dengan program rutilahu nampaknya harus lebih bersabar. Pasalnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Karawang terpaksa harus mengganti pemborong lama yakni CV Megantara dengan pemborong baru.
Sedangkan pemborong baru tidak akan bisa cepat ditentukan sebelum menempuh prosedur ada. Mulai dari pengecekan kegiatan yang belum selesai, membhatkan RAB sampai pada penentuan akan dilelang atau dilakukan penunjukan langsung.
"Karena keterlambatan sudah melebihi batas toleransi. Maka (CV Megantara) dikenakan denda maksimum dan diputus kontrak," jelas Kasi Pembangunan Kawasan Pemukiman DPRKP Karawang Irwan Ahmad Santosa.
Selain itu CV Megantara juga diblacklist dan tidak bisa mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pemerintah selama dua tahun ke depan. Namun dia sendiri berharap blakclist tersebut bukan hanya kepada perusahaannya saja melainkan termasuk kepada pemilik perusahaannya juga agar ada efek jera. "Kalau yang diblacklistnya cuman perusahaannya, besok pemiliknya bisa pake perusahaan lain untuk ikut tender," ujarnya.
Sedangkan berkaitan dengan penyelesaian program rutilahu Mulyasejati, dirinya akan menghitung secara rinci sisa pekerjaannya. Karena sisanyalah yang akan dilanjutkan oleh pemborong baru. "Kalau kurang dari Rp200 juta penunjukan langsung. Tapi kalau lebih dari Rp200 juta akan dilelang (LPSE)," ujarnya.
Dia mengatakan, persoalan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Dinas PRKP Karawang. Sehingga ke depan tidak boleh ada lagi persoalan serupa. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melihat lebih detail bagaimana latar belakang perusahaannya, kondisi perusahaannya dan hal-hal lain sebelum melakukan perjanjian kerjasama (PKS). "Padahal melalui konsultan pengawas. Pemborongnya sudah diberikan beberapa kali peringatan. Tapi tetap saja dibiarkan (tidak diselesaikan). Maka kami melakukan pemutusan kontrak dan pemberian sanksi," bebernya.
Disinggung mengenai anggaran yang sudah dibayarkan pemda kepada pihak pembrong untuk program rutilahu Mulyasejati, dia mengaku pembayaran dilakukan sesuai progres yang dikerjakan dengan menerima laporan dari pihak konsultan pengawas. Oleh karenanya dia memastikan tidak ada kerugian negara atas proyek tersebut. "Tentu pemda sudah membayar lunas. Tapi sampai dengan pengerjaan. Bukan bayar lunas senilai kontrak. Untuk lebih jelasnya silahkan cek ke BPKAD," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template