Nelayan Minta Pabrik Es - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nelayan Minta Pabrik Es

Nelayan Minta Pabrik Es

Written By Angga Praditya on Selasa, 17 April 2018 | 18.00.00

TEMPURAN, RAKA - Memiliki bibir pantai lebih dari 83 mil ternyata tidak membuat para nelayan mudah mendapatkan es balok untuk penyegar ikan hasil tangkapannya. Seperti yang dialami para nelayan Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran. Meskipun sempat ada bantuan pabrik es Rp 2 miliar di Cilamaya, namun tidak cukup memenuhi kebutuhan nelayan Ciparage yang mencapai 180 es balok setiap harinya.
Ketua Bumdes Bersama Kecamatan Tempuran Saepullah, kemarin, mengatakan, sejak ada Presiden SBY ke Pesisir Karawang, pengadaan solar sudah bisa terpenuhi di 2 TPI, yaitu di Pasirputih dan Ciparagejaya, itupun hanya 2 unit saja di Karawang, sehingga wilayah pesisir lainnya belum dapat SPBU. Namun, persoalan lain muncul, karena nelayan bukan saja butuh solar, tetapi juga pabrik es.
Sebelum memang sempat diberikan Rp 2 miliar untuk pengadaan pabrik es balok dan pabriknya dibangun di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, namun ternyata, sesal Saepullah, tak cukup mengcover semua nelayan Karawang. Sebab pabrik es balok di Cilamaya ini hanya produksi 180 balok es setiap hari, dan itu cukup untuk TPI Pasirputih saja.  Sementara Ciparage tidak di suplay es balok dari akses yang lebih dekat. "Selain solar, kita juga butuh es balok, tapi pabrik yang ada hanya cukup suplai buat Pasirputih saja," katanya.
Lebih jauh Saefullah menambahkan, Bumdes bersama Tempuran ini akan bergerak di bidang usaha yang akan menjadikan pusat kuliner perikanan dan pertanian. Dalam RAB butuh anggaran sekitar Rp 500 juta, namun hasil guyub antar Bumdes Desa, baru terkumpul Rp 200 juta, ia pertanyakan untuk mensiasati kebutuhan tambahan harus mencari dana darimana lagi, sementara program ini akan dilaunchingkan sebelum Ramadan, dan juga akan dikunjungi pihak Kementrian. "Tempuran akan jadi pusat kuliner perikanan dan pertanian, namun modalnya masih kurang," ujarnya.
Kades Ciparagejaya H. Kabun mengungkapkan, nelayan Ciparage butuh 180 an es balok setiap harinya. Seharusnya memang bisa di suplai dari Cilamaya yang bangunan pabriknya baru dibangun, tapi ternyata oleh Pasirputih saja yang komoditasnya rajungan sudah habis. Sehingga ratusan nelayan Ciparage ini mendapati es balok dari wilayah Cikampek dan Badami. Padahal, jika aksesnya lebih dekat, ini sangat menguntungkan, apalagi Ciparage ini merupakan TPI terbesar di Karawang. Untuk itu, nelayan dan dirinya berharap, di wilayah Ciparage ini bisa dibangunkan pabrik es balok. Baik melalui ajuan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang maupun disampaikan langsung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Kalau Ciparage dapat es baloknya dari Cikampek dan Badami," ucapnya.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, sebelumnya juga mengatakan Bumdes bisa saja kelola pengadaan pabrik es secara mandiri di Ciparagejaya tidak harus menunggu bantuan pusat, begitupun kekurangan untuk usaha Bumdes yang hanya Rp 200 juta, itu mudah saja, tinggal pinjam bisa ke Kredit Cinta Rakyat (KCR).  Sebab Pemprov sudah berikan uang Rp 104 miliar ke BJB untuk dipinjamkan buat kelompok usaha dan masyarakat termasuk Bumdes.
Seperti dilakukan di Cirebon yang memanfaatkan Rp 20 miliar dari KCR ini, tentu saja karena uangnya dari Pemprov, bunganya pun sangat ringan dengan agunan yang kecil pula. Untuk itu, ia berharap, Bumdes di Karawang yang kurang modal termasuk ingin bangun Pabrik es, bisa pinjam ke KCR. "Manfaatkan KCR untuk pengembangan Bumdes, apalagi disini potensi perikanan," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template