Melintas Tanpa Zebra Cross, Kesadaran Warga Rendah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Melintas Tanpa Zebra Cross, Kesadaran Warga Rendah

Melintas Tanpa Zebra Cross, Kesadaran Warga Rendah

Written By Admin Raka on Selasa, 10 April 2018 | 14.30.00

KLARI, RAKA - Kesadaran dalam memanfaatkan rabu lalu lintas nampaknya masih rendah di Kabupaten Karawang. Lihat saja disepanjang jalan Klari-Karawang, meski sudah dibuatkan zebra cross untuk menyebrangi jalan raya, tetapi tetap saja tidak digunakan oleh warga.
Seperti yang terjadi di Jalan Raya Anggadita pada Senin (9/4) kemarin, sejumlah penyebrang jalan tampak biasa saja saat menyebrangi jalan raya dengan tidak melalui zebra cross. Padahal tidak jauh dari tempat mereka menyebrang sudah ada zebra cross.
Kondisi tersebut tentu cukup memprihatinkan, padahal dibangunnya zebra cross, selain untuk tempat menyebrang juga bertujuan untuk memberikan keselamatan terhadap warga atas lalu lalang kendaraan yang ada.
"Memang warga kalau nyebrang bebas aja. Yang penting pas nggak ada kendaraan yang lewat. Mau pakai zebra cross atau pun tidak," ujar warga Gintungkerja, Kecamatan Klari Hadi (28), kepada Radar Karawang.
Menurutnya, apa yang dilakukan itu seolah tidak salah, tapi saat ada kejadian kecelakaan, tentu akan dilihat apa penyebabnya. Apakah karena kelalaian penyebrang jalan atau karena pengendara yang tidak bisa mengendalikan kendaraan secara benar. Oleh karenanya, seharusnya semua warga menaati aturan yang ada agar kedisiplinan dalam berlalu lintas juga bisa tercipta. "Perlu adanya pendidikan karakter yang berkesinambungan. Agar warga bisa hidup disiplin sesuai aturan," bebernya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu kepala sekolah di Karawang yang pernah berkunjung ke Jepang, H Yayan, menurutnya ada perbedaan yang sangat jauh antara perilaku dan kebiasaan warga Indonesia khususnya Karawang dengan Jepang. Di Jepang hidup tidak sesuai aturan itu ibarat orang yang melakukan dosa besar sehinga merasa sangat malu. Termasuk dalam hal menggunakan sarana lalu lintas yang disediakan. "Di Jepang, orang yang nyebrang jalan raya nggak lewat zebra cross itu ibarat melakukan kesalahan besar. Makanya hidupnya disiplin," bebernya.
Menurutnya, hal itu dikarenakan pendidikan yang dikembangkan di Jepang adalah pendidikan karakter yang berkesinambungan, terutama budaya antre. Sehingga terbawa dalam kehidupan sehari-hari dalam segala hal juga harus antre agar tertib. Sementara di Indonesia, masih mengedepankan prestasi, sehingga tercipta generasi yang cenderung ingin bersaing dan mengalahkan orang lain. "Bahkan bila perlu saling sikut untuk sampai pada tujuan," ujarnya.
Sementara Kabid Prasarana Dishub Karawang Iwan K saat dikonfirmasi mengenai upaya apa yang dilakukan Dishub untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terutama dalam hal menggunakan sarana yang ada. Sampai berita ini ditebritkan belum ada tanggapan. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template