Masih Banyak Warga Belum Tahu BUMDes - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masih Banyak Warga Belum Tahu BUMDes

Masih Banyak Warga Belum Tahu BUMDes

Written By Angga Praditya on Rabu, 04 April 2018 | 16.22.00

KOTABARU, RAKA - Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pangulah Baru yang menggarap sektor pertanian dengan pengadaan mesin rontok padi masih belum banyak diketahui masyarakat. Padahal tujuan dari keberadaannya adalah untuk membantu meningkatkan roda perekonomian masyarakat desa.
Warga Kampung Sengon Desa Pangulah Baru Satim (80) yang merupakan buruh tani menyampaikan, jangankan keberadaan alat mesin rontok yang difasilitasi desa melalui BUMDes. Ketidaktahuannya terhadap BUMDes menjadi pertanyaan yang alot baginya. "Abah kurang apal, kalau desa ternyata punya mesin rontok. Emang BUMDes apa sih A," tanyanya sembari penasaran, kepada Radar Karawang, Selasa (3/4).
Ia melanjutkan, selama ini untuk melakukan aktivitas padi yang digarapnya dengan cara manual. Karena dengan menggunakan mesin rontok butuh biaya yang cukup besar serta meski membayar pekerjanya. "Kita mah masih manual digebot, kalau pake mesin mahal biayanya. Apalagi tibang kita mah menggarap sawah orang lain," ucapnya.
Hal berbeda disampaikan, Mawarti pemilik lahan sawah di Kampung Bakansengon Desa Pangulah Baru, menurutnya, keberadaan BUMDes Pangulah Baru yang saat ini diprioritaskan pada sektor pertanian dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan hasil pendapatan petani. Karena, dengan adanya mesin rontok yang difasilitasi BUMDes tersebut, mengurangi upah biaya penggarapan padi. "Kita kalau mau panen hanya tinggal bayar buruh yang menjaga dan menjalankan mesin rontognya saja, karena itu sudah masuk kebiaya mesin, tapi sebelumnya kan kalau ke yang lain biayanya lebih besar perbaunya," paparnya.
Menurunya, memang keberadaan mesin rontog tersebut baru dioperasikan di musim ini. Karena pengadaannya pun belum lama dilakukan. "Ya baru satu musim da mesin sudah dipakai, lumayan manfaatnya. Bagi kita yang memiliki lahan pertanian jadi keuntungannya lebih besar dari sebelumnya," tandasnya.
Sementara berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan warga menilai sudah mulai dirasakan, karena mulai ada peningkatan infrastruktur jalan lingkungan, serta jalan poros desa. "Dampak dari dana desa untuk Desa Pangulah Baru, sekarang infrastruktur jalan mulai banyak yang sudah diperbaiki. Dulu itu perlintasan di wilayah ini tidak sebagus sekarang, meskipun masih ada sih beberapa jalan yang harus diperbaiki seperti jalan Bengkel Remaja Dusun Kali Asin, itu tinggal ada beberapa yang masih belum diperbaiki," ungkap Tri Bagus Gustina (21), warga Perumahan Blok B3 Nomor 21 RT 01/07 Cikampek Berbunga, Desa Pangulah Baru.
Ia mengharapkan dalam penyerapan anggaran dana desa yang dikucurkan terhadap Desa Pangulah Baru, bisa leboh tepat sasaran lagi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Seperti peningkatan di bidang fisik dan bidang pemberdayaan masyarakat. "Ya bagus sih, ke infrastruktur, tapi kalau bisa juga perbaikan infrstrukturnya itu harus merata sekaligus," ucapnya.
Sementara Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pangulah Baru, Asep Saeful Hidayat mengatakan, proses pembangunan di Desa Pangulah baru sudah dilakukan sesuai prosedur. "Jadi RAPBDes dulu dimusyarawarahkan disepakati bersama dengan melibatkan tokoh masyarakat, LPM dan instansi pemerintah desa," katanya.
Untuk pengawasan, acuannya adalah APBDes yang disahkan melalui musyawarah desa (Musdes). BPD langsung melakukan pengawasan serta monitoring terhadap anggaran desa. "BPD melakukan pengawasan kinerja kepala desa dan monitoring setiap pelaksanaan kegiatan realisasi anggaran yang digunakan, untuk di cek sesuai tidaknya," ujarnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template