Layanan KTP Elektronik Dikebut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Layanan KTP Elektronik Dikebut

Layanan KTP Elektronik Dikebut

Written By Admin Raka on Rabu, 11 April 2018 | 17.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Instruksi bupati agar semua kades menggiring masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP el sejak 9 April lalu, langsung dikebut pemerintah Kecamatan Cilamaya Wetan, walaupun menurut data masih ada 354 warga di 12 desa yang belum melakukan perekaman.
Camat Cilamaya Wetan Drs H Hamdani S.Ip mengatakan, pihaknya mendapati perintah langsung dari bupati agar sisa yang belum direkam KTP el bisa segera dilakukan perekamannya, karena Selasa ini dianggap terakhir soal singkronisasi dengan DPT dari KPUD Karawang. Di Cilamaya Wetan, sebut Hamdani ada 354 warga yang belum direkam, hasil setelah diperintahkan langsung ke kades-kades, senin hanya didapati 16 orang, dan rata-rata 2 orang dalam 1 desa. Karenanya, Selasa ini, ia buka layanan perekaman KTP el dari pagi sampai malam hari yang diharapkan bisa masuk setengahnya. "Kita laksanakan perintah Ibu Bupati, walaupun dihari pertama kemarin baru 16 orang, selebihnya ya haribselasa ini akan kita up date terus," katanya.
Camat menambahkan, upaya menggenjot perekaman, dalam rapat minggon kecamatan, ia langsung sampaikan ke semua kades dan perangkat desa agar bisa menggiring warga yang belum di rekam, entah alasan usia yang baru 17 tahun, penduduk baru atau memang lansia yang belum direkam. Semoga saja, 80 persen warga Cilamaya Wetan bisa terserap perekaman, sehingga walaupun belum bisa langsung memiliki fisik blanko KTP el, tapi setidaknya Suket sudah dimiliki. Baik untuk untuk keperluan Pilkada, maupun pekerjaan dan prasyarat lainnya. "Di minggon kita dorong terus, setidaknya 80 persen yang belum direkam itu terserap," ungkapnya.
Lebih jauh ia berharap, para Kades bisa membantu Pemkab untuk menyerap perekaman KTP el, sebab kabar teranyar menyebut bahwa lewat 12 April, maka yang belum direkam terancam tidak bisa memiliki hak pilih, jikapun memiliki, masuknya dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tambahan. Selain itu juga sebut Camat,  kades diminta menyisir ulang data yang di unggah KPUD dan Catpil, karena khawatir memang orangnya sudah pindah atau meninggal dunia, atau juga bisa saja ada warga yang belum direkam, tapi justru belum masuk data tersebut. Karenanya, validasi dan verifikasi sambil berjalan bisa disortir, karena yang tahu dibawah adalah para Kades dan perangkatnya. " Sambil menggiring, juga verifikasi lagi, jangan-jangan yang belum direkam itu yang sudah pindah desa atau meninggal dunia," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template