Lalu Lintas Kosambi Makin Kacau - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lalu Lintas Kosambi Makin Kacau

Lalu Lintas Kosambi Makin Kacau

Written By Angga Praditya on Kamis, 12 April 2018 | 14.00.00

Dampak Penutupan Akses Jalan Gang Artis

KLARI, RAKA - Usai ditutupnya jalan perlintasan kereta api di Dusun Kosambi tepatnya Gank Artis Desa Duren Kecamatan Klari oleh pihak PT KAI beberapa hari kemarin. Ternyata tidak bisa mengurangi kemacetan arus lalu lintas di sepanjang jalan Kosambi. Buktinya masih banyak warga atau para pengendara yang masih melawan arus jalan demi bisa segera sampai di lokasi tujuan.
Seperti yang nampak terlihat di sepanjang jalan lampu merah Pasar Kosambi beberapa hari kemarin, dengan hanya mengandalkan satu arah jalan saja membuat para pengendara menerobos jalan lampu merah yang menyebabkan kemacetanan di sepanjang jalan tersebut.
Salah satu petugas lalu lintas jalan di Pasar Kosambi, Nurdin mengatakan, bahwa setelah ramai-ramai adanya penutupan salah satu jalan alternatif yang sering digunakan warga, malah berdampak buruk terhadap lalu lintas jalan. Bayangkan saja kata dia, hampir setiap sore jalan Pasar Kosambi mengalami macet yang tidak seperti biasanya. "Jadi nambah macet aja, setiap sore pasti macet total yang nerobos juga ada," tuturnya.
Tak hanya itu bahkan kata dia, tak sedikit para pengendara yang memilih untuk tidak memutar arah jalan dengan yang sudah ditentukan. Sehingga berdampak buruk terhadap kelancaran arus lalu lintas jalan di sepanjang Kosambi. Kondisi tersebut menurutnya karena adanya penutupan jalan warga di gang artis. Sebelumnya tidak pernah mengalami kemacetan yang begitu parah. Bayangkan saja dari pertigaan Kopel hingga Kosambi seringkali macet jika menjelang sore. "Panjang banget macetnya yang kena imbasnya kita sebagai petugas disini," akunya.
Hal serupa juga disampaikan Atin (36), salah satu warga Dusun Kosambi sekaligus pemilik warung kopi dekat jalan Kosambi mengatan, sejak ditutupnya jalan di gank artis hampir seluruh pengendara yang melintasi jalan mau tidak mau memilih jalan satu arah sebagai satu-satunya transportasi mereka. Maka tak heran jika hampir setiap hari suasana di sepanjang jalan menjelang sore berubah menjadi gemuruh suara klakson sependa motor. "Kalau sudah sore pasti berisik macet," ungkapnya.
Sementara menurut salah satu pengendara yang juga pegawai Desa Duren, Egi mengaku kecewa dengan adanya penutupan jalan yang dijadikan alat transportasi warga itu. Bayangkan saja saat ini masyarakat banyak yang merasakan kekecewaan terhadap pemerintah. "Kenapa juga harus ditutup, banyak warga yang dirugikan," akunya.
Kasi trantib Desa Duren Arief Maulana juga menyampaikan, tak sedikit warga yang merasa kecewa usai adanya penutupan jalan. Tak hanya warga bahkan saat dirinya melaksanakan tugas membuatnya terhambat. "Saya juga harus muter sekarang mah ikut ikutan macet," terangnya. (yna)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. kalau mau tertib yaaa harus ada usaha lebihhh .... yaitu muter hh

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template