Klinik Cuma Layani Pasien Berduit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Klinik Cuma Layani Pasien Berduit

Klinik Cuma Layani Pasien Berduit

Written By Admin Raka on Kamis, 26 April 2018 | 18.00.00

TELAGASARI, RAKA - Pembangunan klinik saat ini semakin menjamur. Namun, keberadaan klinik yang sebagian sudah masuk fasilitas kesehatan (Faskes) BPJS belum menjamin layanan kesehatan gratis bahkan murah bagi masyarakat.
Seperti diungkapkan Sita (29), Warga Telagasari, dirinya memiliki kartu BPJS mandiri yang dibayar perusahaan tempat suaminya kerja, saat daftar BPJS Kesehatan, tertera puluhan klinik dan rumah sakit hingga puskesmas yang bisa jadi fasilitas kesehatan tingkat 1. Kebetulan dirinya memilih klinik yang keberadaannya juga di Kecamatan Telagasari.
Ternyata, saat dirinya memeriksakan kesehatannya karena drop dan memerlukan perawatan serta infus, BPJS yang disodorkan memang diterima tetapi diberikan surat rujukan ke rumah sakit besar. Padahal klinik yang dijadikannya faskes tersebut lengkap memiliki ruang perawatan dan fasilitas infus. Lain halnya pasien berduit, bisa langsung dirawat dan diinfus di klinik tersebut, padahal dirinya jadi peserta BPJS mandiri. "Kalau orientasinya bisnis dimana letak pelayanannya, punya kartu BPJS mandiri tapi malah tetap dirujuk ke RS lain," ucapnya.
Lebih jauh ia berharap, bupati yang berlatar belakang dokter dan Dinas Kesehatan bisa menertibkan klinik-klinik yang bukan berorientasi pelayanan, tapi keuntungan.
"Bupati harus bertindak. Kalau tidak mau melayani pasien dengan BPJS, gak usah kerjasama dengan BPJS. Masa punya kartu BPJS tapi tidak bisa menggunakan fasilitas kesehatannya," tandasnya. 
Kades Lemahabang, Rusli Sukawinata mengatakan hal serupa, sama seperti kecamatan lainnya, klinik di wilayah Lemahabang memang lumayan banyak jumlahnya, tapi rata-rata disayangkannya lebih cenderung komersil. Dirinya harus jujur dan mengakui bahwa keberadaan klinik banyak yang belum menjamin kesehatan terutama masyarakat kurang mampu masih banyak yang mmbutuhkan pelayanan kesehatan murah dan berkualitas.
Kalaupun RS Tipe C tidak bisa dibangun misalnya, seharusnya Puskesmas minimalnya meningkatkan pelayanan dan kelengkapannya. Mungkin dengan begitu biaya layanan kesehatan tidak akan terlalu besar dibanding dengan membangun RS baru. "Tolong hal ini dapat dipertimbangkan oleh anggota DPRD dan bupati, kalau tidak bangun RS Tipe C, tingkatkanlah layanan di puskesmasnya," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template