Kepsek Khawatir Pagar Roboh Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepsek Khawatir Pagar Roboh Lagi

Kepsek Khawatir Pagar Roboh Lagi

Written By Admin Raka on Rabu, 04 April 2018 | 13.00.00

SMPN 1 Telukjambe Barat Sudah Seminggu Direndam Air

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kampung Pangasinan, Karangligar, Telukjambe Barat mengalami kenaikan debit air, Selasa (3/4). Akibatnya saluran tersier itu meluap dan menggenangi halaman SMPN 1 Telukjambe Barat yang berada tidak jauh dari saluran tersebut, sehingga membuat cemas siswa dan guru karena khawatir jika debit air terus meningkat airnya akan mencapai hingga ruang kelas.
Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Telukjambe Barat H. Beben S.Pd, MM, kenaikan volume debit air sungai tersier itu sudah berlangsung selama sepekan ini. Awalnya cuma sedikit saja air yang menggenangi tetapi dua hari terakhir air mengalami peningkatan, bahkan sudah mencapai pemukiman warga. "Kami cukup cemas, bangunan pondasi pagar dan halaman sekolah kami sudah satu kali ambruk, dan ini bangunan yang ke dua, pondasi pagar hampir sekelilingnya terendam air," ucapnya.
Beben menambahkan posisi sekolah yang dipimpinnya memang berada di dataran bawah dan parahnya lagi ada saluran tersier di dekat sekolah. Karenanya, saat ini dirinya sedang berkoordinasi dengan komite sekolah dan sedang membuat sebuah rumusan agar bisa dibuatkan saluran air di belakang sekolah agar halaman dan pondasi sekolah saat sungai tersier meluap tidak sampai banjir lagi.
Secara terpisah Ketua Komite SMPN 1 Telukjambe Barat H. Dedi (54) mengungkap sudah berkali-kali sekolah itu terendam banjir saat musim hujan dengan intensitas tinggi dan sungai meluap. Dirinya pun membenarkan rendaman sungai mudah merusak pondasi bangunan dan membuat pondasi menjadi lunak dan rawan ambruk. "Yang jadi persoalan disini lokasi sekolah justru berada dibawah aliran sungai, sehingga setiap kali sungai meluap airnya pasti akan melimpas ke halaman sekolah," ucapnya, seraya menyebutkan sebelumnya jembatan yang menghubungi bagian jalan raya dengan sekolah pun sudah ditinggikan karena selalu terendam air.
Sementara petugas keamanan sekolah, Handi (55) di depan pagar sekolah memperlihatkan titik rendaman pondasi pagar yang terendam genangan air. Dirinya menceritakan pada 2016 lalu, pagar sekolah pernah mengalami ambruk oleh genangan air sungai. Dirinya pun menegaskan jika sudah seharusnya membuat saluran air agar tidak mudah menggenangi pondasi dan halaman sekolah. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template