Kampung Wirausaha Tidak Jelas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kampung Wirausaha Tidak Jelas

Kampung Wirausaha Tidak Jelas

Written By Admin Raka on Jumat, 20 April 2018 | 14.00.00

Launching oleh Bupati dan Hipmi Hanya Seremonial

KOTABARU, RAKA - Keberadaan usaha rumahan di wilayah Kampung Krajan RT 02/02, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, terancam gulung tikar. Pasalnya, meski sebelumnya sudah dideklarasikan sebagai Kampung Wirausaha Binaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Karawang. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut atas program tersebut.
"Dulu itu, di Kampung kami hampir setiap rumah membuka usaha pembuatan topi. Tapi sekarang hanya tinggal beberapa saja yang masih mempertahankanya," ujar Suryana Pemilik Konveksi Topi di wilayah Cariu Bandung, Desa Wancimekar, kepada Radar Karawang, Kamis (19/4).
Meski sebelumnya, telah di launchingkan Kampung Wirausaha di desanya melalui kerjasama dengan Hipmi Kabupaten Karawang. Akan tetapi, realisasinya hingga saat ini masih belum dirasakan bahkan tidak jelas. Padahal, tidak sedikit warga di wilayah ini berprofesi sebagai perajin. "Lah itu mah simbolis doang kayaknya. Apanan sampe sekarang Kampung Wirausaha, yang katanya mau di bina tidak ada kelanjutannya," katanya.
Lebih parahnya, lanjut Suryana, meski sudah lama membuka usaha di bidang pembuatan topi, belum pernah ada pendataan dari pihak desa, untuk berperan membantu beragam persoalan yang sering dihadapi oleh para pengusaha rumahan ini. "Sampai sudah 2 tahun lebih saya buka usaha ini, belum ada pendataan pemilik usaha konveksi topi ataupun bisa tercatat sebagai kelompok usaha kecil menengah di daerah ini," ucapnya.
Padahal, kata dia, untuk mempertahankan para pengusaha rumahan, keterlibatan pemerintah setempat begitu diharapkan terutama dalam hal pemasaran. "Kalau pun memang bisa di data lah dulu. Karena kan usaha-usaha seperti ini yang dilakukan warga bisa jadi aset desa, dan jika sudah disahkan sebagai Kampung Wirausaha lalu gimana kedepannya ini, tidak ada kejelasan gini," cetusnya.
Dia berharap, peranan pemerintahan desa di bidang usaha rumahan sangat penting. Karena, tidak sedikit pengusaha konveksi di wilayah Wancimekar mulai gulung tikar. "Apalagi sekarang cari tenaga pekerja susah. Saya berharap adanya solusi dari desa persoalan bagaimana untuk mempertahankannya, kendala itu kita sulit memarketkan produk kita dan juga sulit bisa membeli bahan-bahannya," katanya.
Hal senada disampaikan Solihin (20), buruh perajin topi, baginya, meski sudah tidak banyak pemilik usaha topi di wilayahnya. Namun dirinya masih dapat memiliki penghasilan dari kemampuannya dalam pembuatan topi. "Kalau seminggu saya dapat Rp500.000 upahnya, itu juga tergantung berapa banyak topi yang kita hasilkan," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template