Kades Kiarapayung Pusing Kelola Anggaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Kiarapayung Pusing Kelola Anggaran

Kades Kiarapayung Pusing Kelola Anggaran

Written By Admin Raka on Kamis, 12 April 2018 | 12.45.00

KLARI, RAKA - Dana desa seharusnya menjadi anggaran yang sangat dinanti para kepala desa. Selain jumlahnya hingga miliaran rupiah, program pemerintah desa yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.
Namun, hal itu justru bertolak belakang dengan Kepala Desa Kiarapayung Murdin. Dirinya rela tidak mendapatkan dana desa, asal pelayanan bagi masyarakat bisa berjalan dengan baik. "Saya lihat dulu desa yang lain gimana, kalau kita ambil lalu siapa yang mau melaksanakan pembangunannya. Mending ngga usah sekalian," ujarnya kepada Radar Karawang, kemarin.
Sekretaris Desa Kiarapayung Rana mengaku selalu pusing jika berbagai bantuan dana sudah cair. Menurutnya lebih baik tidak ada anggaran untuk pembangunan desa. "Kalau mau jujur mah mending kayak dulu, tidak ada dana desa apapun jadi. Desa sifatnya hanya pelayanan saja," ucapnya.
Ia melanjutkan, salah satu kesulitannya adalah saat pembayaran tukang bangunan sudah diplot sebesar 50 ribu per hari. Sedangkan saat ini sulit bagi desa jika mempekerjakan orang dengan upah di bawah Rp 50 ribu. "Untuk tukang bangunan rumah saja sudah di atas 100 ribu per harinya. Makanya sulit mencari tukangnya, tidak ada yang mau dikasih upah sekecil itu," terangnya.
Menurutnya, banyaknya lapangan pekerjaan di Karawang, membuat sejumlah masyarakat memilih untuk bekerja di perusahaan dibanding harus bekerja sebagai kuli bangunan. "Seharusnya untuk anggaran yang sudah diplotkan untuk pembangunan desa, harus disesuaikan dengan wilayahnya. Kalau di Papua mungkin masih banyak yang mau bekerja jadi tukang bangunan upah 50 ribu, tapi kalau di Karawang sudah tidak ada yang mau," tuturnya.
Meski dalam pelaksanaan pembangunan bersifat swadaya kelola oleh masyarakat setempat, kata Rana, tetap saja tidak banyak warga yang memilih untuk bekerja menjadi tukang. Justru mereka lebih memilih bekerja di tempat lain, dibandingkan harus bekerja demi pembangunan desanya sendiri. "Mereka mau bekerja asal upah yang diberikan bisa seimbang dengan pekerjaanya, minimal 100 ribu," jelasnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template