Kades Diingatkan Buat Batas Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Diingatkan Buat Batas Desa

Kades Diingatkan Buat Batas Desa

Written By Admin Raka on Kamis, 26 April 2018 | 13.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pemerintah Kabupaten Karawang diingatkan agar melakukan pencirian tugu yang menjadi perbatasan desa dengan desa lainnya. Penetapan batas wilayah administratif itu dinilai penting untuk mengetahui kewenangan masing-masing, sehingga tidak saling lempar tanggung jawab.
Hal terungkapkan dalam rapat minggon kecamatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Telukjambe Barat, lusa (25/4) kemarin. Rapat itu mengetengahkan kebingungan masyarakat dalam hal pelaporan kondisi jalan rusak di wilayahnya masing-masing. Karena tidak adanya batas desa sehingga pemerintah desa bersangkutan merasa jalan rusak itu bukan kewenangannya.
"Tapal batas itu seperti bom waktu. Kalau tidak diselesaikan sekarang sewaktu-waktu bisa meledak dan menciptakan sutuasi lebih ruwet lagi," tandas Sekretaris Kecamatan Telukjambe Barat H. Artha. SH mewakili camat Telukjambe barat. Kepada Radar Karawang, Artha membenarkan pembenahan terhadap tapal batas desa perlu dilakukan secaraq serius sejak dini.
Karena itu, terang Artha, pemerintah kecamatan menyinggung persoalan itu dalam rapat minggon. Karena biar bagaimana hal itu tetap merupakan persoalan yang mesti diselesaikan. "Saya berharap pemerintah desa di tiap-tiap wilayah secepatnya membenahi tapal batas yang rusak dan bagi desa yang tapal batasnya sudah hilang atau belum ada supaya segera membangunnya," tandas Artha.
Sebelumnya pemerhati kebijakan pemerintahan yang juga tokoh pemuda Desa Karangmulya, Telukjambe Barat, Empud, mengemukakan perlunya batas wilayah desa untuk memastikan kewenanangan masing-masing desa. Menurut pengamatan selama ini memang terjadi kerancuan tanggung jawab terhadap penangangan suatu masalah. "Dana desa dari pemerintah pusat, salah satunya ditujukan bagi pembangunan inftastruktur, misalnya pembangunan jalan. Namun ketika batas desa tidak diketahui secara pasti, ketika terjadi kerusakan jalan, antara kepala desa satu dan lainnya jadi saling lempar tanggung jawab,” ujar  Empud.
Diakui anggota FKPPI itu, memang sejauh ini belum ada muncul persoalan menyangkut tapal batas desa, apalagi sampai terjadi perselisihan. Akan tetapi sebagai masyarakat, dia pun berharap pemerintah bisa peka terhadap masalah tersebut. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template