Ibu..Aduh..Sakit.. Empat Tahun Dody Derita Tumor Ganas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ibu..Aduh..Sakit.. Empat Tahun Dody Derita Tumor Ganas

Ibu..Aduh..Sakit.. Empat Tahun Dody Derita Tumor Ganas

Written By Angga Praditya on Jumat, 13 April 2018 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Ibu..aduh..sakit..ibu.." Teriakan kesakitan itu keluar dari mulut Dody Rahmat Maulana (14) seorang yatim piatu warga Dusun Kertajaya, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, setiap penyakit yang dideritanya menyerang saraf dalam kepala.
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh keluarganya. Mereka hanya berusaha menenangkan Dody lewat bacaan istigfar, atau menggenggam erat tangan bocah malang tersebut, agar bisa kuat menahan rasa sakit yang dideritanya.
Tumor ganas yang diderita Dody sudah cukup lama diderita. Tepatnya empat tahun di bagian rongga hidung. Bahkan, penyakitnya tersebut sudah menjalar ke bagian otak. Beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang dan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah didatangi pihak keluarga. Namun saking ganasnya tumor yang menyerang, pihak ruman sakit menyatakan tidak sanggup untuk menangani penyakit yang diderita Dody. Bocah malang yang sudah ditinggalkan kedua orangtuanya, saat ini tinggal bersama ibu angkatnya dengan keadaan rumah yang minim fasilitas.
Menurut orang tua angkat Dody, Imas (43) meski telah ada donatur yang selama ini mengurus administrasi pengobatan Dody, namun bantuan donatur lainnya juga masih dibutuhkan. Karena bukan hanya operasi yang dibutuhkan untuk kesembuhan Dody, tetapi kemoterapi yang diperkirakan membutuhkan biaya yang sangat besar. “Kalau sekolah, seharusnya Dody sudah kelas 2 SMP. Tapi sejak kelas 4 sudah tidak sekolah, dan tidak jauh dari kamar tidur karena penyakitnya,” ujar Imas kepada Radar Karawang di kediamannya, Kamis (12/4) kemarin.
Dirinya mengaku tidak tega ketika melihat Dody sedang merasakan sakit yang dideritanya. Dody teriak mita tolong sambil mengerang kesakitan, namun entah apa  yang yang harus dia lakukan. Hanya saja, untuk mengurangi rasa sakitnya, setiap setengah atau satu jam sekali, dia harus mengganti kompres di kepala Dody. “Dan hidungnya ini sering megeluarkan darah. Bahkan kalau lagi parah-parahnya, darah itu keluar dari mulut,” terang Imas.
Dilajutkannya, yang belum mereka lakukan adalah membawa Dody ke rumah sakit di Jakarta, karena terkendala masalah biaya. "Selain biaya pengobatan, bantuan sarana penunjang untuk membuat Dody senang setiap hari juga dibutuhkan. Minimal Dody bisa merasa nyaman dan selalu tenang," tuturnya.
Sedangkan menurut seorang relawan dan sekaligus donatur dari CEO, Yusuf Fauzi, dia terus berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan Dody. Bahkan sudah dua rumah sakit yang dia datangi. Namun, melihat jawaban dari para doker  yang menangani, terlihat pesimis mengangkat tumor yang diderita oleh Dody. “Dokter yang menangani Dody malah bilang nunggu mukjizat, agar Dody bisa sembuh kembali,” ujarnya.
Untuk saat ini, lajut Yusuf, dia hanya bisa membuat senang dan tenang keadaan Dody. Karena menurutya, hal tersebut merupakan salah satu kemoterapi yang bisa menggugah semangat Dody agar bisa sembuh kebali. “Kita sudah melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Dody. Untuk saat ini kita hanya bisa membuatnya senang. Karena itu yang dibutuhkan Dody saat ini,” tutupnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template