Ibu Dewan Sering Digoda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ibu Dewan Sering Digoda

Ibu Dewan Sering Digoda

Written By Admin Raka on Sabtu, 21 April 2018 | 12.00.00

Dilempar Siulan Lelaki Genit

KARAWANG, RAKA - Awalnya cuma ingin membuktikan sekaligus memberi wajah baru dalam dunia perpolitikan, bahwa perempuan juga bisa. Bukan cuma mengurus anak dan suami serta rumah tangga, tetapi juga menjadi pemimpin di lingkungan masyarakat.
Layaknya perempuan pada umumnya, meski tidak pernah secara langsung mendapat pelecehan, namun sesekali ada saja lelaki iseng yang menggoda mereka. Syaidah Anwar misalnya. Legislator yang kini duduk di Komisi B, pernah mengalami digoda atau sebatas dilempar siulan oleh seorang pria. "Alhamdulillah sih kalau dilecehkan belum pernah. Cuma suka ada aja yang mengswitswiwkan saya waktu lagi kerja. Apalagi setelah saya beralih menutup diri dengan hijab, gak ada yang berani macam-macam," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Agenda kunjungan kerja yang memakan waktu berhari-hari juga kerap menjadi kendala. Alasannya, dia harus berpisah untuk sementara waktu dengan suami dan anak-anak.  "Saya lebih suka kerja di lingkungan masyarakat, menampung aspirasi dan keluhannya. Daripada harus kunker berhari-hari keluar daerah, tapi emang kalau tugas susah juga sih, kita harus patuh," katanya.
Politisi perempuan yang bernaung di Partai Golkar juga harus patuh terhadap perintah partai. Walaupun tidak ada kewajiban untuk menyetor sejumlah uang, namun diakuinya pemberian uang hanya sebagai bentuk loyalitas dirinya sebagai kader partai yang telah membawanya ke gedung DPRD. "Alhamdulillah gak pernah ngeluh, karena dengan menjadi anggota DPRD atas semangat dari suami juga," ucapnya.
Dirinya juga berencana akan mencalonkan kembali sebagai anggota dewan. Tentunya setelah mendapat restu dari keluarga dan masyarakat. "Targetannya sendiri untuk menjalankan dan melanjutkan program belum saya selesaikan," tutupnya.
Sedangkan Dewi Rohayati mengatakan, dunia politik saat ini bukan hanya untuk laki-laki, tetapi juga para perempuan. Keterlibatan perempuan di politik sesuai dengan semangat emansipasi yang disuarakan Raden Ajeng Kartini. Ketika disinggung apakah dengan menjadi anggota DPRD, bisa hidup kaya raya, Dewi dengan tegas menyatakan, kalau ingin hidup serba punya lebih baik jangan terjun di dunia politik. Karena dunia politik itu adalah amanah, bahwa menjadi seorang yang mendapatkan amanah dari masyarakat justru harus siap hidup tidak punya.
Dirinya pun tidak menampik tawaran dan janji yang datang untuk sebuah konteks pekerjaan pun kadang sering dihadapi. Akan tetapi, lagi-lagi dia mengembalikan kepada individu masing-masing. Jika menjadi anggota dewan cuma sebatas usaha, lebih baik jangan terjun dalam dunia politik. "Kalau mau kaya, buat apa capek-capek jadi anggota dewan, lebih baik saya terjun di dunia bisnis saja, mengikuti jejak ayah saya yang juga pebisnis," tutur politis PAN tersebut.
Berbeda dengan  Indriyani ST, anggota DPRD dari Partai Nasdem yang saat ini duduk di Komisi A mengaku, dirinya menjadi anggota dewan karena ingin ikut serta merumuskan produk hukum daerah, dan menganggarkan program-program yang mendukung partisipasi gender perempuan. Periode ini sebut Indri, di legislatif baru 20 persen keterwakilan perempuan. "Ya ingin intip anggaran agar produk hukum daerah bisa lebih pro pada perempuan," katanya.
Soal gaji, dia menyebut bahwa gajinya normatif saja. Tapi dia selalu bersyukur apa yang diberikan. "Sebab dibilang cukup dan tidak cukup, kebutuhan akan selalu bertambah semakin hari," tuturnya. (rok/rud/yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template