Honor Kades Ditambah Rp 1 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Honor Kades Ditambah Rp 1 Juta

Honor Kades Ditambah Rp 1 Juta

Written By Admin Raka on Jumat, 20 April 2018 | 12.00.00

Linmas Rp 25 Ribu

KARAWANG, RAKA - Ancaman demo para kepala desa menuntut kenaikan penghasilan tetap (siltap) ternyata hanya isapan jempol. Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang terlihat normal, Kamis (19/4) kemarin.
Meski begitu, perwakilan kepala desa seperti Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Forum Kepala Desa Karawang (Fordeska), Ikatan Kepala Desa (IKD), melakukan audiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), kabag Tata Pemerintahan dan kabag Hukum Setda Kabupaten Karawang. Hasilnya, keinginan para kepala desa bisa mendapatkan honor Rp 6 juta kandas. Karena penambahan honor hanya Rp 1 juta. Sedangkan untuk sekretaris desa, kepala urusan, dan kepala dusun mendapat kenaikan honor Rp 500 ribu, ketua RT Rp 50 ribu, linmas Rp 25 ribu, dan pemungut PBB Rp 750 ribu.
Kepala Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur Endang Heryana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, meski ada penambahan honor kades dan perangkatnya, dia beranggapan itu bukan kenaikan siltap. Karena tidak menggunakan alokasi dana desa (ADD). "Hanya saja dalam regulasi DBH (dana bagi hasil) tersebut, kepala desa dan perangkatnya boleh menikmati sampai satu juta, sesuai dengan rumusan perubahan regulasi," ucap Endang yang juga menjadi penasehat Apdesi Karawang.
Seharusnya, lanjut Endang, kenaikan honor tersebut diambil dari ADD sesuai dengan besaran siltap. "Dengan merubah regulasi DBH, kepala desa jangan mau dibodohi," tandasnya.
Sekretaris Apdesi Karawang Alek Sukardi membenarkan hasil audiensi bersama Muspida Karawang, kepala desa mendapat kenaikan honor Rp 1 juta, kaur sekdes dan kadus naik Rp 500. "Ketua RT dan RW naik Rp 50 ribu, linmas Rp 25 ribu, dan pemungut PBB Rp 750 ribu," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Barisan Kepala Desa Karawang Endang memilih tidak menghadiri audiensi tersebut. Dia mengaku tidak sepakat dengan kesepakatan kenaikan honor kades hingga pemungut PBB. Menurutnya, linmas harus lebih besar kenaikan honornya karena paling capek bekerja. "Ini tidak manusiawi, masa tunjangannya paling rendah Rp 25 ribu," tuturnya.
Pihaknya meminta agar Pemkab Karawang tidak terpaku pada kenaikan honor kades. Karena yang paling banyak bekerja dari tingkatan paling bawah. "Kami meminta kepada pemda agar hasil audiensi dikaji ulang, dan lebih memperhatikan linmas, RT dan RW," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala DPMD Kabupaten Karawang Ade Sudiana belum memberikan keterangan resmi soal kenaikan siltap kades. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template