Hanya Launching, Akademisi Prihatin dengan Kampung Wirausaha - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hanya Launching, Akademisi Prihatin dengan Kampung Wirausaha

Hanya Launching, Akademisi Prihatin dengan Kampung Wirausaha

Written By Admin Raka on Rabu, 25 April 2018 | 17.26.00

KOTABARU, RAKA - Tidak adanya tindak lanjut terhadap Kampung Wirausaha setelah dilakukan launching oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Karawang ditanggapi serius oleh akademisi Unsika H.Sony Hersona. Menurutnya keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan upaya konkret yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
"Ini nggak bagus (sudah dideklarasikan tidak ada tindak lanjut) kalau suatu daerah ingin meningkatkan daya beli dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya minimal 2 persen penduduknya harus menjadi pelaku UKM," kata Sony kepada Radar Karawang, Selasa (24/4) saat ditemui di ruang kerjanya.
Dia sendiri melihat fenomena yang terjadi di Karawang mengaku prihatin. Karena UMK tertinggi di Indonesia ternyata tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Itu artinya ada persoalan yang serius di Karawang berkaitan dengan perekonomia. "IPM itu ditentukan oleh tiga indikator, pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat (ekonomi), maka pemda harus membuat kebijakan yang bisa menyelesaikan permasalahan ini,' pintanya.
Dia sendiri menyampaikan, selama ini keberadaan perguruan tinggi / universitas yang ada di karawang tidak difungsikan untuk membantu melakukan pembangunan. Padahal perguruan tinggi itu menjadi wadah penelitian untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh sebuah daerah. "Jadi pemda harus melibatkan perguruan tinggi untuk pembangunan," bebernya.
Misalnya, tambah Sony, pemda menggandeng perguruan tinggi dengan melakukan pendataan secara ril kondisi UKM di Karawang termasuk dengan berbagai potensinya. Bahkan tidak selesai sampai pendataan saja, melainkan harus ditindaklanjuti dengan melakukan pembinaan terhadap UKM-UKM yang ada dan warga yang memiliki potensi untuk mengembangkan UKM. "Harus ada semacam program gerakan UKM di Karawang," ujarnya.
Dia juga meyakini permasalahan UKM yang banyak gulung tikar itu disebabkan oleh permasalahan klasik diantaranya persoalan SDM yang tidak dikelola secara profesional karena keterbatasan kemampuan, kedua karena masalah pemasaran dan ketiga karena masalah permodalan. "Sebenarnya masalahnya bisa diselesaikan. Tingal pemdanya serius tidak menggarapnya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, keberadaan usaha rumahan di wilayah Kampung Krajan RT 02/02, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, terancam gulung tikar. Pasalnya, meski sebelumnya sudah dideklarasikan sebagai Kampung Wirausaha Binaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Karawang. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut atas program tersebut. "Lah itu mah simbolis doang kayaknya. Apanan sampe sekarang Kampung Wirausaha, yang katanya mau di bina tidak ada kelanjutannya," katanya.
Padahal, kata dia, untuk mempertahankan para pengusaha rumahan, keterlibatan pemerintah begitu diharapkan terutama dalam hal pemasaran. "Kalau pun memang bisa di data lah dulu. Karena kan usaha-usaha seperti ini yang dilakukan warga bisa jadi aset desa, dan jika sudah disahkan sebagai Kampung Wirausaha lalu gimana kedepannya ini, tidak ada kejelasan gini," cetusnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template