Gara-gara Medsos, Dua Keluarga Cekcok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gara-gara Medsos, Dua Keluarga Cekcok

Gara-gara Medsos, Dua Keluarga Cekcok

Written By Admin Raka on Jumat, 20 April 2018 | 12.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan aplikasi lainnya haruslah bijak. Pasalnya, kalau sudah menyinggung hal negatif tentang seseorang tanpa dasar, bisa berbuntut keributan di dunia nyata, bahkan masuk ke ranah hukum.
Baru-baru ini, kejadian itu menimpa Fitri (23), gadis asal Dusun Sentul II RT 02/02, Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang. Fitri yang masih duduk di bangku kuliah ini dituding temannya sendiri Novia (19) sebagai wanita "tidak baik", dengan kata-kata tidak pantas di laman Facebook pribadi dan calon suaminya. Akibatnya, dua keluarga yang tetanggaan itu, bermusyawarah di kediaman kepala Desa Pulojaya untuk melaporkan akar masalah dan menuntut pemilik akun Novia C'Princes Sentul Perapatan, yang tidak lain tetangga Fitri itu meminta maaf secara terbuka.
Di sela musyawarah, Fitri yang didampingi ibunya Rawis mengaku tidak terima atas tulisan-tulisan Novia yang sudah mencemarkan nama baiknya. Baik di dinding komentar orang lain, termasuk inbox kepada Fitri dan calon suaminya. Musababnya, Novia yang sudah berkeluarga ini, menyebut-nyebut dirinya sebagai wanita tidak baik hingga kata-kata yang tidak pantas bagi seorang perempuan. Bahkan, entah apa yang menjadi motifnya, Novia juga mengompori calon suaminya dulu dengan tulisan inbox di laman Facebooknya dengan perlakuan yang tidak sopan, dan cenderung merendahkannya sebagai seorang perempuan baik-baik.
Buntutnya, Desember 2017 lalu, ia harus batal menikah gara-gara diputusin calon suaminya yang diduganya akibat tulisan negatif yang dituduhkan terhadapnya. Jujur sebut Fitri, dirinya merasa dicemarkan nama baiknya. Apalagi hal-hal fitnah yang dilakukan Novia itu bisa dibaca semua orang, sehingga berdampak pada psikologisnya, karena merasa semua yang dituduhkan itu tidak benar. "Saya korban dicemarkan nama baik, apalagi disebut sebagai wanita tidak baik di laman-laman media sosial yang dibaca semua orang," keluhnya kepada Radar Karawang, Kamis (19/4) kemarin.
Fitri yang masih didampingi ibunya ini mengaku memusyawarahkan dengan pihak desa, sekaligus menuntut tetangganya itu meminta maaf secara terbuka. Terlepas apapun motifnya, yang jelas nama baiknya sudah dicemarkan dengan fitnah dan tulisan Novia yang membuatnya sakit hati. Karena secara terbuka dirinya bantah semua tudingan bahwa dirinya dianggap wanita tidak baik dengan label-label yang tidak pantas. Termasuk, konsekwensinya yang harus membuat pernyataan dan disaksikan semua elemen untuk tidak mengulangi perbuatannya di media sosial, termasuk di media massa. "Kita masih berbaik hati memusyawarahkan, tapi jika fitnah ini diulang-ulang terus, mungkin bisa dibawa ke ranah hukum," katanya.
Pemilik Akun Novia C'Princes Senttul Perapatan yang tak lain adalah Novia, tetangga Fitri, mengakui bahwa bukti tulisan yang diprint out di laman Facebook atas kata-kata negatif  kepada Calon suami Fitri, dan dinding komentar lainnya adalah tulisan hasil ketikannya, baik inbox maupun yang di dinding komentar lainnya. Disinggung motif, Novia mengakui khilaf, karena dengan mudahnya menulis kata-kata itu atas dasar ketidaksukaan pada pribadi Fitri.
Ia tidak tahu resiko yang akan dihadapi berbuntut panjang seperti ini, karenanya atas tulisan-tulisan yang sudah menyinggung dan merendahkan teman sekaligus tetangganya itu, dia secara terbuka meminta maaf, baik kepada Fitri maupun keluarganya. Ia berjanji, baik lisan maupun tulisan pernyataan, tidak akan mengulangi perbuatannya yang sering menyinggung Fitri dan keluarganya, termasuk kepada orang lain sekalipun.
Ia nyatakan, sebut Novia, apa yang ditulisnya di media sosial, adalah murni kesalahan dan kekhilafan yang memang tidak semestinya diungkapkan. "Kepada keluarga dan Fitri, saya mohon maaf dan tidak akan mengulangi kekhilafan serupa di media sosial," katanya.
Mediator musyawarah yang juga Kades Pulojaya Solehudin mengatakan, yang dialami Novia dan Fitri yang tak lain warganya ini, harus jadi pelajaran kepada semua pihak, dari latar belakang manapun, agar bijak menggunakan media sosial. Tahan jari dari hal-hal yang beresiko merugikan diri dan orang lain, sebab jika sudah ada ketersinggungan akan repot dan beresiko di dunia nyata. Atas musyawarah yang disaksikan langsung dua belah pihak keluarga, polsek dan anggota Koramil dan trantib desa, dia harap baik-baik saja setelah ini, tidak ada yang berkepanjangan lagi. Sebab Novia sudah mengakui salah dan khilaf sementara Fitri yang ditudingnya, sudah menerima permintaan maaf. "Semuanya sudah clear, ini jadi pelajaran yang baik bagi kita semua menyikapi medsos," ungkapnya. (rud)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template