DTA Masih Minim Perhatian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DTA Masih Minim Perhatian

DTA Masih Minim Perhatian

Written By Angga Praditya on Senin, 16 April 2018 | 13.30.00

Kepsek DTA Miftahul Huda Al-Gozali Minta RKB

BANYUSARI,RAKA - Perhatian pemerintah terhadap keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah Akmaliyah (DTA) dinilai masih rendah. Bisa dilihat di DTA yang ada di Banyusari yang kebanyakan memiliki bangunan yang sudah tidak bagus lagi.
Sebanyak 187 siswa dari berbagai DTA di Kecamatan Banyusari yang melaksanakan Ujian Akhir Diniyah 2018 di DTA Miftahul Huda Al-Gozali juga terlihat tidak tertampung. Oleh karenanya Bupati Karawang dan Kepala Kemenag Karawang diminta untuk menambah ruang kelas baru di DTA Miftahul Huda Al-Gozali tersebut.
"Meskipun kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB) DTA Miftahul Huda Al-Gozali tetap menampung para siswa dan siswi dari DTA lain untuk mengikuti ujian Akhir Diniyah setiap tahunnya," Ustadz Agus Hamdani, Kepala Sekolah DTA Miftahul Huda Al-Gozali, kepada Radar Karawang saat di ruang kerjanya, belum lama ini.
Menurut Agus, pendidikan dasar keagamaan itu sangat penting. Karena dengan pendidikan agama yang kuat siswa akan memiliki pondsi yang kuat untuk bisa mengimbangi perkembangan zaman. "Kita berkewajiban memajukan pendidikan dasar berbasis keagamaan supaya anak-anak mengenal dan memahami tentang ajaran islam," tambahnya.
Di DTS, anak-anak diajarkan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), hadits, membaca alquran, aqidah dan akhlak, fiqih serta memahami praktek tata cara ibadah dan mampu menguasai bahasa Arab. "Ada 20 sekolah DTA di Kecamatan Banyusari. Kemudian yang ikut Ujian Akhir Diniyah di DTA Miftahul Huda Al-Gozali hanya 10 DTA sisanya dilakukan di sekolah lain. Sebab kalau dipusatkan disini tempatnya tidak memadai," jelasnya.
Agus yang sekaligus sebagai Ketua Kelompok Kerja Diniyah Takmilyah (KKDT) Kecamatan Banyusari berharap, Pemerintah Kabupaten Karawang dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang lebih peduli terhadap sarana pendidikan berbasis keagamaan. Sebab, sejak berdiri tahun 2004 DTA Miftahul Huda Al-Gozali baru mempunyai 4  Ruang Kelas Belajar dengan jumlah staf pengajar 8 guru. "Mohon kepada Bupati Karawang dan Kepala Kemenag untuk menambah fasilitas sarana pendidikan di sini," harapnya.
H Uwang Sanusi, tokoh masyarakat Kecamatan Banyusari menambahkan, akan terus memberikan perhatian kepada perkembangan pendidikan keagamaan. Kedepannya perlu dibangun Madrasah Tsanawiyah agar lulusan DTA dapat melanjutkan pendidikannya di MTs. "Kita akan dukung terus perkembangan berbasis keagamaan di Kecamatan Banyusari. Insya Allah kedepannya harus berdiri sekolah MTs di Dusun Nambo Mekarasih," katanya.(ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template