DLHK Masih Tunggu Konsep Pengelolaan Jalupang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DLHK Masih Tunggu Konsep Pengelolaan Jalupang

DLHK Masih Tunggu Konsep Pengelolaan Jalupang

Written By Angga Praditya on Senin, 09 April 2018 | 17.30.00

KARAWANG, RAKA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang sedang mempersiapkan pihak swasta yang akan menjadi pengelola Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang. Nantinya sampah yang ada di TPAS itu akan diubah menjadi sumber energi baru yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Kepala Bidang Kebersihan DLHK Nevi Fatimah menyampaikan itu kepada Radar Karawang, akhir pekan kemarin. Hanya saja, Nevi belum menyebutkan siapa yang menjadi pengelola TPAS Jalupang tersebut. "Kita ada rencana kerjasama dengan pihak swasta untuk mengolah sampah menjadi energi di jalupang dengan konsep waste to energy," katanya.
Cuma saja, terang Nevi sampai saat ini pihaknyapun sedang menunggu konsep tersebut dari beberapa pihak swasta yang akan mengubah TPA Jalupang. "Pemerintah Daerah belum menentukan siapa investornya, kemarin hanya sosialisasi saja mengenai konsep dan teknologi yang akan digunakan, tetapi yang jelasnya teknologinya dari cina," ujarnya.
Bahkan lanjut Nevi, dari pemaparan untuk menjadikan Karawang menjadi lebih baik lagi maka penataan TPA Jalupang harus dipilah dengan pengelola yang handal dan profesional. "Kemarin itu ada tenaga ahlinya juga dari ITB dan Bappenas," katanya.
Bahkan lanjut Nevi, dengan keseriusan pemerintah untuk penataan Jalupang lebih sempurna, saat ini DLHK sudah siapkan alat berat baru, untuk beberapa tempat yang kondisinya telah membatu. "Ada beberapa titik yang sampahnya tidak diangkut-angkut, sampai sampahnya menjadi keras kita turunkan alat itu, tapi untuk saat ini sudah jarang ada," kata Nevi.
Bahkan selain bisa digunakan mengangkut sampah, alat tersebut difungsikan sebagai alat bantu untuk menjadikan Citarum harum. "Alat yang kita beli itu fungsinya selain bisa buat membersihkan sampah, bisa juga untuk memperbaiki citarum kedepannya," paparnya.
Masih dikatakan Nevi, wajib hukumnya setiap sampah yang ada di Tempat Sampah (TPS) sementara dilaporkan kepada petugas kebersihan, sehinggga kedepan sudah tidak boleh lagi ada TPS yang  dibiarkan bahkan sampai membatu. "Dalam waktu dekat semua sampah dari TPS pasti akan diangkut ke TPA, dan akan dilakukan sistem pengelolaan yang nantinya bisa menghasilkan seuatu yang bernilai," tandas Nevi. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template