Dikhawatirkan Tidak Tepat Sasaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dikhawatirkan Tidak Tepat Sasaran

Dikhawatirkan Tidak Tepat Sasaran

Written By Admin Raka on Senin, 02 April 2018 | 18.30.00

Disdikpora Rencana Kucurkan Beasiswa Rp 8 M 

CILAMAYA WETAN, RAKA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang berencana menggulirkan beasiswa Rp 8 miliar bagi pelajar asal Karawang. Baik tingkat SD, SMP dan SMA sederajat hingga Perguruan Tinggi. Namun, bantuan tersebut disarankan agar lebih jelas peruntukannya dan menghindari double account dengan bantuan pemerintah lainnya.
Kepala Sekolah SMK Indonesia Mas Cilamaya Mulyadi Rusmianto SE MM, baru-baru ini mengatakan itu kepada Radar Karawang. Mulyadi mengatakan sebagai bentuk apresiasinya terhadap rencana beasiswa itu agar tepat sasaran. "Kita hargai upaya Pemkab berencana mengadakan beasiswa buat pelajar Karawang, tapi harus jelas dulu bentuk dan peruntukannya, jangan sampai double Account," katanya.
Mulyadi yang jugas Sekretaris MKKS SMK Karawang ini menambahkan untuk rencana itu teknisnya harus segera dijabarkan melalui regulasi Peraturan Bupati (Perbup), apakah Rp 8 miliar itu buat siswa miskin atau siswa berprestasi. Sementara soal double account, terang Mulyadi agasr jangan sampai beasiswa itu diberikan kepada siswa yang memang sudah mendapatkan subsidi dari Pemerintah.
Seperti PIP atau juga program Kemensos yakni PKH dan bantuan lainnya, karena jika ada bantuan di dua sumber, bisa jadi temuan BPK karena dianggap dobel di dua mata anggaran berbeda, sehingga harus dikembalikan lagi. Persoalannya, pengembalian ke orangtua itu bukan perkara yang mudah, karena orangtua acap kali menganggap bantuan pemerintah itu adalah hibah. "Harus segera diatur teknis distribusi beasiswa itu lewat regulasi Perbup, jangan sampai dobel acount," katanya.
Ia menambahkan, contoh konkritnya bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK jika sekolah sudah mendapat bantuan dari pusat, tidak boleh menerima lagi dari Provinsi maupun Kabupaten, sebab jika dobel diterima semua, menjadi ancaman saat pemeriksaan BPK karena wajib dikembalikan. oleh karenanya, sambung Mulyadi, kondisi ini harus dapat perhatian dari Pemkab, sebab data sekolah, data siswa maupun jenis bantuannya sudah online dan tak bisa direkayasa. "Semua data itu sudah online, tidak boleh rangkap dan dobel," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template