Derita Vertigo, Minta Maaf ke Istri, Gantung Diri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Derita Vertigo, Minta Maaf ke Istri, Gantung Diri

Derita Vertigo, Minta Maaf ke Istri, Gantung Diri

Written By Admin Raka on Senin, 30 April 2018 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Warga Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, dikagetkan dengan aksi gantung diri pemilik bengkel di tempatnya bekerja, Sabtu (28/4) pagi. Tidak ada yang tahu kapan aksi nekat itu dilakukan, namun saat ditemukan dia masih tergantung di seutas tali berwarna hitam.

Pelaku yang diketahui bernama Purwadi (57) dikabarkan sempat meminta maaf kepada istrinya yang diketahui warga Kampung Kalioyod RT 004 RW 003, Desa Wancimekar. "Kemarin korban Purwadi (57) sempat minta maaf sama istrinya. Terus habis magrib berpamitan ingin tidur di bengkel. Katanya gak ada cekcok dulu sama istrinya," ujar Kapolsek Kotabaru Ipda Asep Nugraha melalui Kanit Reskrim Polsek Kotabaru Aiptu Ahmad Saepudin kepada Radar Karawang di kantornya.

Dikatakan Ahmad, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.40 WIB, di bengkel motor milik korban. Pertama kali ditemukan oleh Hendro, montir di bengkel tersebut. "Awalnya, kejadian tersebut diketahui Hendro yang hendak bekerja di bengkel tersebut," ujarnya.

Lanjut Ahmad, korban diduga frustasi dengan kondisi penyakit yang dideritanya beberapa tahun terakhir yang tidak kunjung sembuh. "Keterangan istrinya (Ida) dan anaknya, korban memiliki penyakit vertigo sejak tahun 2008. Suka pusing, mual, muntah dan gangguan pendengaran," ucapnya.
Sementara itu, saat dikunjungi ke rumah duka, Hendro Triono (39) merasa kaget jika sang paman melakukan hal yang tidak wajar. "Orangnya sangat bagus, sosial solidaritasnya bagus banget. Iya saya tahu beliau memiliki penyakit," ujarnya.

Korban yang diketahuinya memiliki anak perempuan tiga orang itu, menjadi panutan keluarga dan masyarakat. "Almarhum sangat jadi panutan, baik ke saya maupun keluarga. Kalau sudah seperti ini mau tidak mau harus ikhlas agar almarhum bisa tenang," ucapnya.

Senada dengan Magas (30) tetangga korban. Dirinya mendengar kabar buruk tersebut. "Hidupnya sehari-hari di bengkel. Pulang di waktu salat. Orangnya bagus, bermasyarakat, soleh. Saya juga tidak menyangka," ucapnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template