Cerita Polisi Wanita Ketika Bertugas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cerita Polisi Wanita Ketika Bertugas

Cerita Polisi Wanita Ketika Bertugas

Written By Admin Raka on Minggu, 22 April 2018 | 13.30.00

Berbedak Debu Hingga Digoda Pengunjuk Rasa

PURWAKARTA,RAKA- Menjadi seorang polisi acap kali dihadapkan dengan berbagai masalah pelik dalam tugas menegakan hukum serta memilihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Tentunya, dibutuhkan mental baja serta kesabaran yang tinggi untuk menjaga citra penegak hukum. Tidak seperti wanita lainnya, menjadi polwan harus siap berbedak debu ketika turun ke lapangan.
Dari tugas yang cukup berat itu, tak sedikit masyarakat yang ingin tahu apakah kerja seorang polwan sama dengan polisi pria? Namun, tak sedikit pula, yang berpendapat polwan hanya ditempatkan di kantor dan di belakang meja. Akan tetapi nyatanya tidak seperti itu, polwan juga seringkali dihadapkan pada tugas-tugas yang berat bahkan menantang. Seperti harus turun ke lapangan mengatur lalu lintas, serta mengawal sekelompok massa yang berorasi bahkan turut menangani kasus kriminal. Seperti yang diceritakan, Bripda Devi Otaviani anggota Kepolisian Polres Purwakarta kepada Radar Karawang. "Ya sudah menjadi tugas kami sebagai penegak hukum, di mana kita harus sabar dan kuat menghadapi berbagai masalah," ujarnya.
Perempuan yang bertugas di bagian SIM satuan lalu lintas Polres Purwakarta ini menceritakan, banyak pengalaman menarik yang dialami selama berseragam berwarna khas cokelat tersebut. "Tiap pagi kita wajib turun ke lapangan mengatur lalu lintas debu dan polusi serta kulit menjadi hitam itu hal biasa yang penting masyarakat dapat tertib berkendara," kata perempuan kelahiran Garut 17 Oktober 1994, yang kini di tinggal Purwakarta itu.
Tak kalah menarik yang diceritakan Bripda Devi, polwan lainnya yaitu, Bripda Silvi Febrianti yang bertugas di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Purwakarta mengatakan. Totalitas penuh dirinya membakti kepada penegak hukum, sebab dirinya harus rela menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugas ketimbang bersama keluarga tercinta. "Ya ini sudah menjadi komitmen saya, karena ada kepuasan tersendiri kitika kita dapat menyelasaikan masalah,'' katanya.
Meski begitu, ia menceritakan pengalaman pahitnya ketika bertugas mengawal sekelompok massa yang berujuk rasa. "Ya pasti kalau lagi ngawal yang demo sering di dorong-dorong terus ada juga yang pengunjuk rasa menggoda, tetapi hal itu biasa saja karena sudah menjadi tugas saya dilapangan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template