Cellica Marah Kades Anggadita Tolak Kawasan Tanpa Rokok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cellica Marah Kades Anggadita Tolak Kawasan Tanpa Rokok

Cellica Marah Kades Anggadita Tolak Kawasan Tanpa Rokok

Written By Admin Raka on Sabtu, 28 April 2018 | 17.00.00

KLARI, RAKA - Adanya penolakan deklarasi kawasan tanpa rokok (KTR) beberapa waktu lalu oleh Kepala Desa Anggadita Agustian Mulyana membuat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana merasa geram. Oleh karenanya Cellica meminta agar Agustian bisa menjadi pemimpin yang bisa jadi panutan.

"Hidup ini bukan hanya berfikir untuk diri sendiri saja. Harus memikirkan lingkungan sekitar juga. Apalagi dia seorang pemimpin," ujar Cellica kepada Radar Karawang, Jumat (27/4).
Dia menyampaikan, tidak seharusnya sikap seorang pemimpin seperti itu. Karena pemimpin seharusnya bisa dicontoh oleh warganya. "Harus memikirkan warganya yang nggak merokok juga yah," tambahnya.

Padahal, tambah Cellica, adanya deklarasi KTR disetiap kecamatan yang dikomandoi oleh UPTD Puskesmas adalah langkah pemda dalam rangka meningkatkan kesehatan warga. Oleh karenanya setelah adanya deklarasi KTR di tempat-tempat umum seperti kantor-kantor pemerintahan harus bebas dari rokok. "Diharapkan para perokok aktif maupun pasif bisa meningkatkan kesehatannya dengan adanya deklarasi kawasan tanpa rokok," ujarnya.

Saat ditanya akan ada pemanggilan atau pemberian sanki tidak terhadap Kepala Desa Anggadita, Cellica menyampaikan, sementara ini cukup dengan teguran yang dipublis melalui media saja. Tapi jika ada hal yang mengaruskan Kades Anggadita dipanggil bisa saja dipanggil. "Saat ini tidak, biarkan saja dulu. Sayakan sudah ngomong keras ini ," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Radar Karawang, kesal dengan sikap Kepala Desa Anggadita yang menolak deklarasi KTR, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Anggadita Memet, mengancam akan melaporkan sikap arogan kepala desa tersebut ke Bupati Karawang.

Memet mengatakan, sikap arogan yang dilakukan oleh kepala Desa Anggadita Agustian Mulyana bukan yang pertama kali terjadi. Namun juga sering melakukan sikap yang tidak menyenangkan di tempat umum. "Bukan sekali tapi sering, ini harus dilaporkan biar semua orang tahu," tuturnya.
Menurutnya, tidak sepantasnya sikap kepala desa yang merupakan pemimpin di wilayahnya berbuat melakukan tindakan semena-mena. Karena tidak hanya soal tentang penolalan dengan sikap yang arogan, namun banyak juga perbuatan lain yang tidak menyenangkan. "Kalau dibiarkan akan seperti itu terus," tuturnya.

Seharusnya sebagai pemimpian, kepala desa bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya dan menjadi salah satu teladan yang bisa membawa kebaikan. Namun apa yang sudah dilakukannya malah sebaliknya dengan sikap yang arogan dan hanya mementingan diri sendiri tidak mencerminkan sebagai pemimpin yang baik. "Aneh kenapa orang seperti dia bisa jadi kepala desa," ungkapnya.(zie/yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template