Bongkar Penyelundupan Obat Teler Lewat Timbel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bongkar Penyelundupan Obat Teler Lewat Timbel

Bongkar Penyelundupan Obat Teler Lewat Timbel

Written By Admin Raka on Sabtu, 21 April 2018 | 12.15.00

PURWAKARTA, RAKA - Memiliki tugas untuk menjaga para narapidana agar tetap aman dan kondusif, adalah tanggung jawab besar yang harus diemban para sipir di Lapas kelas II B Purwakarta. Pasalnya, mereka diharuskan menjaga keamanan serta keselamatan para narapidana selama menjalani masa hukuman. 
Yanthi Kartilah misalnya, perempuan yang sudah menjadi sipir di Lapas Kelas IIB Purwakarta sejak Tahun 1998 itu mengatakan, akan terus mengabdi untuk tetap menjaga keselamatan para napi. "Alhamdulillah selama saya bertugas disini banyak napi yang telah menggap saya sebagai orang tua mereka sendiri," ujarnya saat ditemui Radar Karawang.
Perempuan yang bekerja sebagai staff Kesatuan Pengamanan Lapas Purwakarta (KPLP) itu mengungkapkan, banyak pengalaman menarik yang telah dia dilalui selama bertugas di lapas tersebut. "Seperti menghalangi wanita membawa barang terlarang dan orang tersebut diamankan dan diperiksa, terus pernah juga membongkar makanan timbel yang didalamnya ada obat-obatan, yang kalau diracik bisa membuag orang teler juga," jelasnya.
Bahkan, dirinya mengaku juga pernah mengamankan kejadian ribut antarnapi perempuan, karena ada dua blok kamar 25 dan 26, karena adu cekcok mulut. "Tindakan persuasif dengan ngobrol, sharing dengan mereka dalam rangka pencegahan," katanya.
Yanthi mengatakan, ada sekitar 15 sipir perempuan yang ditugaskan untuk menjaga dan merawat sebanyak 8 napi perempuan di lapas tersebut. Selain itu, para napi yang ada di lapas itu  hampir rata-rata tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. "Yang paling fatal adalah dulu kita pernah mengamankan napi yang ketahuan memiliki handphone, seketika kita langsung membuat berita acara dan dipindahkan ke lapas khusus yang berada di Bandung," katanya.
Meski telah banyak kasus yang dia tangani selama di lapas, namun tak sedikit pula napi yang ingin berinteraksi untuk mencurahkan isi hati tentang penyesalan yang telah dibuat. "Hampir semua napi menganggap, ketika saya pulang tidak akan melupakan ibu, karena para napi sudah menganggap ibu tersebut seperti ibu kandung sendiri, seperti keluarga sendiri," katanya.
Dirinya mengharapkan, agar para napi yang telah menyelasaikan masa hukuman agas tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama. "Sebagai petugas kami juga akan berusaha bekerja dengan loyalitas penuh gak setengah-setengah dan kerja keras kerja cerdas kerja iklhas," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template