Asap Hitam Kotori Udara Pangkalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Asap Hitam Kotori Udara Pangkalan

Asap Hitam Kotori Udara Pangkalan

Written By Admin Raka on Senin, 30 April 2018 | 18.30.00

Pembakaran Batu Kapur Dilakukan Tiap Hari 

PANGKALAN, RAKA - Pencemaran udara akibat aktifitas pembakaran batu kapur di wilayah Kecamatan Pangkalan masih belum teratasi. Baik pemerintah kecamatan maupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tidak berdaya, bahkan terkesan membiarkan. Sialnya lagi, organisasi-organisasi pecinta lingkungan yang biasanya kritis pun belum terlihat gregetnya.

Seperti diungkapkan warga Kampung Kalipandan, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangkalan, Frenki (29), Minggu (29/4), ia menyesalkan ketidakberdayaan pemerintah meminimalkan tingginya aktifitas pencemaran udara di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan. Hal serupa pun dikeluhkan terhadap keberadaan organisasi-organisasi pecinta lingkungan yang sampai sekarang masih diam. Padahal, terang Frenki, aktifitas pencemaran itu berlangsung tiap hari.

Frenki sendiri tidak menampik jika aktifitas pembakaran batu kapur tersebut menciptakan imej buruk terhadap destinasi wisata di wilayah Kecamatan Pangkalan. Karena ia berharap, kalau pun tidak mampu meminimalkan, paling tidak ada kesepakatan dengan para pengusaha pembakaran batu kapur supaya tidak beraktifitas di hari libur. Sehingga citra Pangkalan sebagai destinasi pariwisata tidak rusak.

"Kalau hari minggu banyak yang main ke tempat wisata. Makanya berhenti dululah membakar kapur supaya tidak menimbulkan imej jelek dari wisatawan yang datang ke selatan Karawang, " Terang  Frenki.

Senada itu, Agus Syaifudin (33) pengendara motor asal Kecamatan Purwasari yang tengah melintas di depan lio pembakaran batu kapur di Desa Tamansari yang sedang beristirahat di warung di pinggir jalan itu, menyampaikan yang paling berbahaya kalau angin berhembus kencang, maka asap hasil pembakaran akan membuntal-buntal di jalan sampai badan jalan tidak terlihat. "Saya suka panik kalau badan jalannya tidak terlihat. Takut nabrak kendaraan didepan aja atau ditabrak dari belakang," ucapnya.

Sementara Heru (30) pengendara motor lainnya asal Kecamatan Batujaya malah berharap agar aktivitas pembakaran batu kapur itu bisa di hentikan kalau hari libur. Terkait seberapa tinggi bahayanya, bukan saja karena badan jalannya tersaput asap hitam tetapi kontur tanahnya pun tidak stabil sehingga rawan kecelakaan.

"Saya pengunjung baru ke wilayah selatan ini, dan tidak begitu tahu dengan jelas, jalan dan belokan di wilayah sini. Saya kaget ketika melihat asap bergumpal-gumpal menutupi badan jalan. Dan itu semakin diperparah dengan banyaknya lubang jalan. Makanya saya berharap agar kondisi seperti ini mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke wilayahnyapun akan bertambah banyak," ujar Heru. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template