ADD Rp 159 Miliar, Kades Ngeluh Kurang Gaji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » ADD Rp 159 Miliar, Kades Ngeluh Kurang Gaji

ADD Rp 159 Miliar, Kades Ngeluh Kurang Gaji

Written By Angga Praditya on Senin, 16 April 2018 | 12.15.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 159 miliar segera mengguyur 197 desa pada bulan Mei mendatang. Namun, tidak berubahnya penghasilan tetap (siltap) para kepala desa Rp 3 juta per bulan yang tercatat di SK Bupati Nomor 147.25/Kep.Huk/2018, membuat orang nomor satu di desa tersebut uring-uringan.
Mereka menganggap ADD yang masih berpedoman pada Perbup Nomor 43 Tahun 2015, belum memenuhi keadilan. Lantaran kenaikan gaji hanya berlaku pada mitra para kades saja, yaitu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan besaran tunjangan Rp 750 ribu per bulan.
Kasie Tata Kelola Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masayarat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang Andry Irawan mengatakan, ADD yang akan digelontorkan Rp 159 miliar, itu selain untuk siltap juga insentif pemerintahan desa. "Besaran ADD tahun ini ke setiap masing-masing desa didasarkan pada jumlah penduduk, angka kemiskinan, letak geografis dan lainnya," ungkapnya kepada Radar Karawang, Minggu (15/4) kemarin.
Sedangkan untuk belanja dan operasional, sebut Andry, siltap kades masih Rp 3 juta per bulan dan perangkat desa rata-rata masih Rp 1,5 juta. "Tapi kenaikan nampak dari ADD ini untuk tunjangan BPD, yaitu menjadi Rp 750 ribu per bulan," tuturnya.
Untuk itu, dia berharap semua pemerintah desa mempersiapkan segala bentuk ajuan dan ketelitiannya, karena ADD sudah siap dicairkan. Syaratnya, laporan pertanggungjawaban dan lainnya disiapkan dengan sempurna. "Pedomannya masih Perbup Nomor 43 Tahun 2015 dan dikuatkan melalui SK Bupati," ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah organisasi kades ikut terpecah menyikapi kebijakan Pemkab Karawang yang dianggap masih belum pro pemerintah desa. Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) misalnya, mewacanakan konsultasi dan audiensi kaitan tidak dikabulkannya besaran siltap. Sementara Barisan Kepala Desa Karawang (Baladewa), berencana menggeruduk langsung kantor pemkab minggu ini.
Alex Sukardi, sekretaris Apdesi Karawang, mengakui ada ketidakpuasan jumlah siltap yang akan diterima kades. Namun, Apdesi akan melakukan cara-cara persuasif untuk menuntut kenaikan siltap. "Tapi, kalau pemkab masih tidak juga mau memperhatikan nasib para kades, pengerahan massa bukanlah hal mustahil," ungkapnya.
Ia melanjutkan, semua reaksi dan gerakan yang dilakukan kades sangat baik untuk memperjuangkan hak bersama. Tapi dia meminta izin kepada para kades, agar pengurus Apdesi memperjuangkan kenaikan siltap dengan cara sendiri. "Kalau emang gak ada respon dari pemda dalam pertemuan hari Senin (ini), maka saya siap serahkan ke ketua Baladewa untuk ambil langkah," katanya.
Ditemui di Ciparagejaya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, mengaku baru tahu ada wacana para kades kembali mendemonya terkait siltap.
Namun, menurutnya kurang etis jika para kades menuntut hak dengan cara-cara demonstrasi. "Kurang etis dilihat oleh masyarakat sebagai pimpinan desa," ujarnya.
Bahkan dia arahkan juga Asda 1, apabila masih ada kades yang mendemo urusan hak, agar tidak ditanggapi lebih jauh. Karena baginya, lebih elegan dilakukan dengam cara dialog dan diskusi. Sebab ADD dan APBD yang dimiliki pemkab sudah sesuai rundown peruntukan yang diperhitungkan dengan matang dan tidak instan. "Gak akan demo kayaknya. Kalau ada demo saya sudah perintahkan Asda 1 agar gak usah ditanggepin lagi," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template