110 Siswa tak Ikut Ujian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 110 Siswa tak Ikut Ujian

110 Siswa tak Ikut Ujian

Written By Admin Raka on Selasa, 24 April 2018 | 12.00.00

Seluruh SMP Negeri Belum Mampu Gelar UNBK

KARAWANG, RAKA - Sebanyak 159 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Karawang menggelar ujian nasional, Senin (23/4) kemarin. Namun, hanya 15 sekolah yang menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), itupun hanya sekolah swasta. Sedangkan sisanya Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).
Kepala SMPN 1 Rengasdengklok Engkus Sutisna mengatakan, siswa SMPN 1 Rengasdengklok berjumlah 606 siswa plus SMPN terbuka. Jika ingin menggelar UNBK, membutuhkan kurang lebih 200 unit komputer. Sedangkan pihaknya hanya memiliki 20 unit komper saja.  “Kalau dihitung satu unit komputer Rp 5 juta, dikali kebutuhannya 200 unit komputer. Sekolah ini membutuhkan Rp 1 miliar untuk bisa menggelar UNBK,” ucapnya kepada Radar Karawang.
Menurutnya, uji coba pernah dilakukan agar siswa bisa melakukan UNBK. Hanya saja membutuhkan waktu seharian, dengan jumlah komputer yang hanya 20 unit.
Sedangkan di komisariat Rengasdengklok hanya ada dua sekolah yang bisa melaksanakan UNBK, itupun sekolah swasta yang berdampingan dengan SMK. "Seperti SMP Islam Nurrusalam di Desa Medangasem Kecamatan Jayakarta, dan SMP Islam Yapinas di Kecamatan Cibuaya," tuturnya.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Cecep Mulyawan mengatakan, dari semua sekolah yang menjalankan UNBK tidak ada kendala, berjalan dengan lancar. "Alhamdulillah tidak ada gangguan dalam servernya, sehingga pelaksanaan UNBK sesuai dengan harapan," ujarnya kepada Radar Karawang.
Pasalnya, kata Cecep, sebelum UNBK pihaknya melayangkan surat permohonan kepada kepolisian, PLN dan Telkom.  "Sebelumnya kami melakukan kerja sama dulu dengan satu institusi dan dua perusahan," katanya.
Ia melanjutkan, sebanyak 28.633 siswa yang terdiri dari 159 sekolah menjalankan UNBK atau UNKP. Hanya ada 110 siswa yang tidak mengikuti pelaksanaan UNBK. Ia berasumsi, banyak faktor yang terjadi, bisa karena keluarga, ekonomi, sakit, meninggal atau siswanya itu sendiri. "Bagi siswa yang tidak mengikuti UNBK atau UNKP bisa melakukan ujian susulan. Tempatnya bisa di dinas ataupun di komisariat masing-masing," ungkapnya. (acu/rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template