Warga Tolak Penutupan Jalan Kereta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Tolak Penutupan Jalan Kereta

Warga Tolak Penutupan Jalan Kereta

Written By Admin Raka on Rabu, 21 Maret 2018 | 16.30.00

KLARI, RAKA - Rencana penutupan perlintasan kereta api di Gang Artis, Dusun Kosambi, Desa Duren, Kecamatan Klari mendapatkan penolakan dari sejumlah masyarakat yang biasa melintasi jalan tersebut. Pasalnya jika dilakukan penutupan warga akan kesulitan untuk bisa melakukan aktivitas secara cepat.
Seperti yang disampikan salah satu tokoh pemuda Regi Juniar, penutupan jalan di perlintasan kereta api yang kerap dimanfaatkan warga untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari itu bukan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan. Bagi dia, masih banyak cara yang dilakukan tanpa harus menutup akses warga. "Jangan main tutup aja, kasihan warga yang melintas, ada anak sekolah, pedagang dan yang lainnya juga lewat jalan itu," ucapnya.
Menurut Regi, jika pemerintah ingin mengurangi kemacetan yang sering terjadi di wilayah Kosambi, pertama seluruh fasilitas jalan yang digunakan oleh masyarakat dan pengendara harus bertambah. Jangan sampai kata dia, dengan bertambahnya kendaraan tidak ditunjang dengan fasilitas jalan yang memadai. "Kalau ditutup jelas salah, tetep saja macet. Kalau mau itu infrastruktur jalan harus ditambah, percuma juga kalau kendaraan bertambah sedangkan jalan gitu-gitu aja," tegasnya.
Dikethaui sendiri, sampai saat ini belum ada penamabahan akses jalan bagi masyarakat di Kosambi, kabar akan dibangunkannya jembatan atau underpass untuk para pengendara hanya sebatas wacana saja. Maka tak heran jika sampai saat ini kondisi lalu lintas di sepanjang jalan Kosambi yang merupakan jalan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas selalu mengalami kemacetan. "Kami selaku warga jelas menolak, jika memang mau ditutup silahkan beri kami solusi minimal bangunkan underpass atau jembatan yang bisa kami gunakan," jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan salah satu ketua RT di Desa Duren Jejen, dia menilai jika memang jalan satu-satunya akses yang kerap digunakan oleh masyarakat ditutup, maka akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Pertama masih banyak anak-anak sekolah yang menggunakan jalan tersebut sebagai jalan alternatif yang aman untuk pergi maupun pulang sekolah. Bayngkan saja, jika di usia mereka sekolah berjalan kaki melintas jalan besar malah akan lebih berbahaya. "Kalau lewat jalan alternatif minimal ada yang jaga warga sendiri, kalau jalan besar siapa yang mau jaga," ungkapnya.
Kasi Trantib Desa Duren Arief Maulana, juga menyampikan jika memang jalan gang artis perlintasan kereta api mau ditutup untuk mengurangi angka kemacetan yang terjadi karena banyak warga atau pengndara yang melawan arus dirinya meminta agar semua jalan di sepanjang Kosambi ditutup dan menggunakan satu arah balik di bunderan. "Kalau mau tutup semua, buat bunderan satu arah arus balik," tegasnya.
Kepala Desa Duren, Abdul Halim juga membenarkan bahwa akan ada pentuupan akses jalan yang digunakan oleh masyarakat tersebut oleh PJKR pusat. "Iya mau ditutup, banyak warga juga yang menolak tapi ini sudah keputusan dari pusat," terangnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template