Warga Minta Jatah Rastra - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Minta Jatah Rastra

Warga Minta Jatah Rastra

Written By Admin Raka on Selasa, 27 Maret 2018 | 15.20.00

Meski Tidak Terdaftar Sebagai Penerima

CIAMPEL, RAKA - Meski jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pembagian beras sejahtera (rastra) sudah ditentukan. Namun tetap saja pada pelaksanaannya masih banyak warga yang meminta kembali mendapatkan rastra meski sudah tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.
Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Ciampel dari ketujuh desa ada salah satu desa yang sampai mengeluarkan uang pribadinya untuk memenuhi keinginan warganya.
Camat Ciampel, Agus Sugiono mengaku bahwa di wilayah yang dipimpinnya itu masih ada salah satu kepala desa yang rela membayar warga yang tidak mendapatkan bantuan beras sejahtera sebagai bentuk kepeduliannya agat tidak terjadi kecemburuan sosial. Pasalnya pengurangan jumlah KPM rastra cukup tinggi di Ciampel. "Alhamdulilah semua kepala desa disini mengambil bantuan hibah beras rastra, tapi karena adanya pengurangan ada kepala desa juga yang malah rugi bayar warga yang tidak mendapatkan bantuan," ucapnya.
Menururnya, pelaksanaan pembagian beras sejahtera dilakukan di setiap kantor desa masing-masing. Adapun jumlah peras yang diterima tiap KPM sudah ditentukan yaitu sebesar 10 kilogram. "Sesuai dengan aturannya, justru masih banyak yang tetap meminta bantuan hibah walaupun sudah tidak terdaftar," ungkapnya.
Tercatat kata dia, KPM di masing-masing desa Parungmulya 403 KPM, Kutamekar 264 KPM, Kutapohaci 378 KPM, Kutanegara 519 KPM, Mulyasari 313 KPM, Mulyasejati 643 KPM dan Desa Tegallega 258. "Semuanya ada 2778 keluarga penerima manfaat hibah beras sejahtera untuk di wilayah Kecamatan Ciampel," terangnya.
Dia berharap, dengan adanya bantuan hibah tersebut bisa mengurangi beban masyarakat dalam menjalani hidupnya. Sebab, kali ini mereka sudah tidak lagi diberatkan dengan biaya penebusan beras tersebut. "Sudah tidak harus bayar lagi sudah gratis karena sudah ditanggung pemerintah," jelasnya.
Sementara Sekretaris Camat Ciampel Muholik juga menyampaikan, kondisi untuk pemerintahan desa saat ini sungguh dilema jika memang harus melaksanaka pembagian sesuai dengan pagunya. Maka wajar saja jika pada pelaksanaanya banyak warga yang tetap meminta bagian. "Mungkin takut bermasalah jadi mending tekor sekalian," akunya. (yna)

Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template