Warga Badami Merasa Tidak Nyaman - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Badami Merasa Tidak Nyaman

Warga Badami Merasa Tidak Nyaman

Written By Admin Raka on Kamis, 29 Maret 2018 | 15.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Masih soal jalan rusak di bawah jembatan Badami, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, warga kembali mendesak agar pemerintah daerah memfasilitasi perbaikan jalan tersebut. Persoalannya bukan cuma kondisi jalan mengakibatkan kemacetan tetapi juga rawan terjadinya kecelakaan.
Seperti diungkapkan Susno (39) sopir minibus asal Bekasi yang memarkir kendaraannya dipinggir jalan utama Badami Loji itu, Rabu (27/3). Hampir setiap hari di jalan ke arah dalam kota Karawang terjadi kemacetan akibat kondisi jalan yang rusak. Jika jalanan tersebut tetap tidak diperbaiki dikhawatirkan kondisinya semakin bertambah parah. "Kendaraan semakin bertambah, sedang bagian jalan yang bisa dilewati menjadi sempit karena jalan rusak. Akibatnya terjadi pertambahan arus lalulintas. Nah, itu yang membuat macet," ucap Susno lagi.
Susno juga menyebutkan dua titik lain di sepanjang jalan utama Badami Loji yang merupakan titik rawan kemacetan, yakni Pasar Jati Badami dan Pertigaan Syphone. Penyebab kemacetaannya juga sama, kondisi jalan rusak dan penyempitan jalan. "Tidak hanya menyebabkan kemacetan saja. Jalan yang rusak kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas. Misalnya jalanan berlubang, bisa saja menyebabkan pengendara roda dua terjatuh dan bersenggolan dengan kendaraan lain," tutur Susno.
Sementara Sukur Hadi (42) ojek motor yang mangkal tidak jauh dari bunderan Badami mengatakan, kalau motor saja sudah sering terjungkal di kubangan jalan itu. Mobil juga sering tapi belum ada yang sampai patah as. "Gak nyaman banget melintasi jalan di bawah jembatan Badami ini. Banyak lubangnya dan keroakan jalannya. Jalan rusak ini sudah dua tahun lamanya tapi kenapa tidak diperbaiki. Padahal kondisi jalannya berbahaya karena suka jadi penyebab kecelakaan," ucap warga Badami, Desa Margakaya ini.
Dia menambahkan kondisi terparah kalau habis hujan. Jalanan berkeroak dan berlubang, tertutup genangi air, sehingga suka menjebak pengendara yang lupa kalau di lokasi itu kubangan jalan. Kondisi seperti itu terjadi di kubangan yang juga berada jalur vital lalulintas, yakni yang ke arah keluar menuju ke jalan Interchange Karawang Barat juga tak kalah parah.
Sementara, Babay (28) pengendara yang melintas kubangan jalan di bawah jembatan Badami itu menambahkan selain membuat macet pakaian suka kotor karena terciprat air kubangan. "Kalau kita salip dari arah kiri, aman buat kita juga, cuma kalau yang kita salip mobil, dan terkena lubang yang tergenang air, cipratannya kena ke celana dan sepatu. Kami berharap supaya pemerintah Karawang ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada warganya, termasuk di jalan raya," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template