Wabah ML Sudah Sampai Kutamaneuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wabah ML Sudah Sampai Kutamaneuh

Wabah ML Sudah Sampai Kutamaneuh

Written By Angga Praditya on Senin, 26 Maret 2018 | 14.15.00

TEGALWARU, RAKA - Setelah sukses menyerbu perkotaan, wabah game online Mobil Legend (ML) kini menyerbu wilayah pedesaan. Virus ML yang membuat korbannya lupa diri bahkan lupa makan dan minum itu saat ini sudah merangsek Desa Kutamaneuh, di selatan Karawang. Di wilayah itu mulai terlihat kumpulan anak-anak, remaja hingga orang dewasa terlibat dalam permainan seru tersebut.
Sebelumnya, game online lain seperti Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) serta Arena of Valor (AOV) dan Vainglory (VG) sudah lebih dahulu melakukan penyebuan. Namun tidak sedahsyat serbuan Mobile Legends. Bisa jadi, karena perangkat perang dalam game itu juga lebih canggih dan seru, sehingga memiliki daya serang yang lebih mematihkan. "Kita juga main Moba, Aov dan VG tapi ML ini lebih mengasyikkan. Makanya disini game online itu menjadi primadonanya," tandas Egi Sugaeyi (16) warga Kampung Cibayat, Desa Kutamaneuh, penikmat game online Mobile Legend.
Egi menuturkan, game online itu menggilanya di wilayah Desa Mekarbuana, tetapi sekarang sudah merambas ke Desa Kutamaneuh. Ini membuktikan kalau game online itu sekarang ini sudah menguasai Mekarbuana dan mulai bergerak ke wilayah pinggiran seperti Kutamaneuh untuk melakukan invasi. "Di Cibayat ini tidak seperti di Mekarbuana, disini masih beberapa saja, tapi saya yakin sebentar lagi disinipun bakalan senasib dengan Mekarbuana," ucapnya Egi, yang mengaku sama sekali tidak punya kekuatan untuk menentang agar tidak terlibat dalam permainan ML. 
Dia menjelaskan ML merupakan game yang mengandalkan strategi 4 vs 4 bahkan ada juga 5 vs 5. Saat itu, dia bermain dengan empat kawannya, kebetulan mereka berlima baru selesai menuntaskan satu permainan. "Daripada bengong, mending main game, ini pun karena punya waktu aja. Ketika ditanya menang atau kalah, dia jawab menang dan menjadi MVP. Lalu, dia pun menaruh smartphone nya dan menyempatkan waktunya untuk berbincang-bincang," ucapnya.
Dikatakan Egi, kalau game online ML itu hanya game saja tidak sampai beli data.  paksa paksain, judul nya iseng, saya mengakui bahwa beberapa anak-anak, kini mulai keranjingan main game online yang ada di smartphone. Salah seorang dari mereka, Januar (16) pun menegaskan, bermain games karena momen hujan, dan kebetulan lagi ngopi bareng rekan satu kampung, ide main games itu muncul begitu saja.
Ketika Radar Karawang mempertanyakan berapa uang yang harus dirogoh untuk membeli paket data dalam waktu satu bulan membeli pulsa, secara serempak mereka tidak mesti membeli pulsa sampai keluar anggaran besar. "Ah, ini mah iseng aja, gak beli pulsa sampai puluhan ribu kok," terang Januar.
Akan tetapi, berbeda dengan Jaed (40) pedagang pulsa di kampung tersebut, mengaku adanya permainan games tersebut, omset penjualan paket data mengalami kenaikan hingga 30 persen. "Dalam satu hari, anak-anak pemuda datang ke konter sampai 20 hingga 30 orang. Rata-rata mereka beli paket data dibanding pulsa, dan kadang voucher, yang beli paling ibu-ibu saja yang butuh pulsa," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template