Usaha Tambak Terancam Bangkrut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Usaha Tambak Terancam Bangkrut

Usaha Tambak Terancam Bangkrut

Written By Admin Raka on Selasa, 13 Maret 2018 | 14.15.00

Pegawai Lebih Memilih Kerja di Pabrik

CIAMPEL, RAKA - Sejumlah petambak apung ikan mujair di wilayah Ciampel mulai berkurang. Hal itu dikarenakan warga lebih memilih bekerja di perusahaan industri yang ada di Kabupaten Karawang.
Seperti yang dialami oleh Ahmad Fauzan, salah satu petambak apung di Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel ini sudah mulai sulit mencari tenaga kerja untuk mempertahankan usaha yang sudah digelutinya bertahun-tahun itu. Tidak menutup kemungkinan usahanya itu gulung tikar jika semua masyarakat memilih untuk bekerja di pabrik. "Dulu banyak pekerjanya sekarang sudah sedikit, ada yang sudah berhenti karena usia dan ada yang pindah bekerja," ucapnya.
Bagi dia jika terus dikembangkan usaha tambak ikan mujairnya itu bisa mendapatkan keuntungan yang besar terlebih kata dia, untuk penjualannya sendiri juga sudah tidak harus bingung. Karena banyak para pemilik rumah makan di lokasi dekat usahanya itu memasok ikan yang diternaknya. "Kalau untuk memilih konsumen sudah banyak, yang kurang itu sekarang yang kerja di tambaknya," ungkapnya.
Dia juga mengaku bahwa upah bekerja di tambak memang tidak sebanding dengan bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang. Maka tak heran jika sampai saat ini banyak tenaga kerjanya yang memilih untuk bekerja di tempat lain. "Jauh banget sih upahnya sama kerja di pabrik mah, sekarang yang kerja hamir saudara semua," tuturnya.
Pengurangan karyawan sendiri kata dia berpengaruh terhadap permintaan ikan pada konsumen, sehingga masih banyak konsumen yang terus meminta pasokan ikan lebih banyak dan lebih dipercepat. "Dulu sehari permintaan bisa sampai 50 kg sekarang paling banyak 20 kg," terangnya.
Tak hanya itu, peluang usaha untuk membuka tambak ikan mujair juga semakin terbuka bagi siapa saja. Sebab, banyak permintaan konsumen yang masih belum puas dengan kinerja di tambak yang ia kelola, sehingga para konsumen lebih memilih untuk mencari ikan dari tambak lain juga. "Pelanggan atau kunsumen juga tidak mau kehilangan pendapatannya, jadi mereka memilih meminta pasokan ikan juga ke tambak yang lain," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template