Untung Sarang Walet Rp 15 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Untung Sarang Walet Rp 15 Juta

Untung Sarang Walet Rp 15 Juta

Written By Admin Raka on Sabtu, 03 Maret 2018 | 19.30.00

BUMDes Karyamakmur Target Bisa Ekspor 

BATUJAYA, RAKA- Mengelola sarang burung walet menjadi pilihan Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Abadi Mulya. Selain menguntungkan, mengelola sarang burung walet dinilai bisa membantu masyarakat dengan merekrutnya untuk menjadi karyawan, karena membutuhkan pengerjaan yang cukup rumit dan proses yang lumayan panjang.
Pengelolaan sarang burung walet mulai dari membeli sarang dari bandar berupa barang mentah hingga siap jual ini, memerlukan keahlian khusus agar tidak merusak kualitas dan daya jualnya. Ketelitian dan keuletan para pekerja menjadi modal yang tidak kalah penting selain permodalan uang. Sarang burung walet dihargai Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per kilogram untuk kualitas super, sedangkan untuk kualitas biasa mulai dari Rp 16 juta hingga Rp 18 juta per kilogram.
Menurut sekretaris BUMDes Abadi Mulya, Nana Suryana, dirinya sudah bergelut dalam bidang pengelolaan sarang burung walet ini sejak tahun 2009. Di Kecamatan Batujaya, hanya BUMDes Abadi Mulya Desa Karyamulya yang mengelola sarang burung walet sebagai usaha kemasyarakatannya, bahkan hanya 3 pengelolaan sarang burung walet se-Kabupaten Karawang. "Selain modal yang harus besar, kita juga membutuhkan keahlian yang khusus dan ketelitian," ucapnya, kepada Radar Karawang.
Diketahui, dirinya harus mempersiapkan Rp 12 juta untuk membeli 1 kilogram sarang burung walet yang kualitas biasa, sedangkan Rp 15 juta - 17 juta untuk sarang burung walet yang super. Dalam satu minggu, ia mampu menjual 10 kilogram sarang burung walet dengan keuntungan bersih Rp 15 juta perbulan. "Harga jual sesuai kualitas, kalau kualitasnya bagus, di jualnya juga mahal. Dan hal itu ditentukan oleh bagusnya kinerja karyawan. Kalau barang bagus, tapi karyawan yang tidak memadai, malah gak laku," ucapnya.
Dirinya menjual sarang burung walet kepada cukong di Jakarta, Jogja, maupun di Surabaya. Keinginannya untuk bisa mengekspor langsung belum bisa terlaksana karena terkendala biaya. Pasalnya, untuk bisa mengekspor memburuhkan sarang burung walet yang lebih banyak hingga kuintalan. "Kita menjual sarang burung walet yang biasa Rp 16 juta-18 juta ke cukong, dan kalau yang super Rp 20 juta - Rp 30 juta per kilogram, tapi belum bisa ekspor karena butuh jumlah besar," ucapnya.
Di tempat yang sama Kepala Desa Karya Mulya, Alek Sukardi mengatakan, pengelolaan sarang burung walet ini, merupakan usaha turun temurun keluarga yang masih bisa bertahan, namun belum bisa berkembang. Dana BUMDes yang ia kucurkan untuk membantu permodalan pengelolaan sarang burung walet dinilai jauh dari cukup. "Malu juga sebenarnya karena belum bisa ngasih untuk beli sekilo-kilo acan," ucapnya.
Namun, pengelolaan sarang burung walet ini bisa menarik tenaga kerja dari masyarakat sekitar tanpa harus dibebani administrasi yang rumit, seperti halnya perusahaan-perusahaan yang harus melampirkan ijazah dan keahlian, hanya saja membutuhkam semangat dan niat belajar dari masyarakat untuk bisa menjadi ahli dan menghasilkan uang. Hingga saat ini, saramg burung walet sudah mempekerjakan 10 karyawan yang mengambil dari tenaga masyarakat, karena intinya untuk memberdayakan masyarakat.
Di tempat yang sama, Joenih (42) mengaku, adanya pengelolaan sarang burung walet ini di nilai sangat membantu ekonomi keluarga. Terutama membantu suami yang sebagai penjual dagang asongan, namun bisa menyekolahkan kedua anaknya hingga lulus SMA. "Saya dari tahun 2005 sudah bergelut di pengelolaan sarang burung walet," ujarnya.
Sebagai kuli cabut (mencabuti bulu burung walet dari sarangnya untuk di bersihkan), sehari bisa memgumpulkan pundi-pundi uang hingga Rp 90 ribu dengan membersihkan 20-30 pcs sarang burung walet. "Nyabut bulu walet dari sarangnya supaya bersih dan layak di jual, sehari bisa membersihkan 15 -30 per pcs sarang dengan Rp 3 ribu per pcs sarang," katanya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template