Tuntut Fasos Fasum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tuntut Fasos Fasum

Tuntut Fasos Fasum

Written By Admin Raka on Kamis, 08 Maret 2018 | 19.13.00

Pengembang Perumnas Gandasari Didemo Warga 

PURWAKARTA,RAKA - Dianggap tidak mementingkan fasilitas umum, ratusan warga Perumnas Gandasari, Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, menggelar unjuk rasa, Rabu (7/3). Warga menuntut agar pihak pengembang segera memenuhi hak dan kewajiban konsumen atas tidak adanya sarana prasarana dan serta fasilitas umum.
Aksi itu, didominasi oleh para kaum ibu sembari membawa poster bertuliskan tuntutanya. Mereka berjalan kaki dari titik kumpul orasi hingga ke kantor Pemasaran Perumnas Gandasari. Dalam orasinya bahwa kantor pemasaran perumnas berencana akan disegel serta pembangunannya akan dihentikan jika tuntutanya tidak dipenuhi.
Diketahui, perumnas yang dibangun sejak 2007 lalu itu, kini telah ditempati oleh sekitar seribu orang, bahkan pembangunan perumnas ini masih berlangsung. Namun warga menyesalkan, semua hak dan kewajiban konsumen hingga saat ini belum dipenuhi diantaranya fasilitas umum, fasilitas sosial serta sarana dan prasarana tidak ada. Selain itu, sarana air bersih yang menjadi kebutuhan pokok tidak menentu mengalirnya. Sehingga, mereka menilai, jika pihak pengembang telah melanggar undang-undang lantaran hanya mengeruk keuntungan saja.
Salah satu warga Perumnas Gandasari Purwakarta, Ade (40) mengungkapkan, di perumnas ini tidak ada penerangan jalan umum, masjid, drainase serta pemakaman, jika pun ada kata ia, itu merupakan hasil dari swadaya masyarakat. "Kami bersama warga lainya, menuntut pengembang untuk segera memenuhi tuntutan warga perumnas itu, apa bila tidak dipenuhi maka akan menempuh jalur hukum," tegasnya.
Menanggapi tuntutan warga, Kepala Cabang Perumnas Gandasari, Bambang Wijanarko mengatakan, pihaknya menyambut baik atas tuntutan warga. "Kita akan segera menyampaikan tuntutanya ke kantor perumnas regional 4 di Bandung Jawa Barat, selain itu kita juga telah membuat kesepakatan dengan warga akan merealisasikan tuntutanya, apabila dilanggar, maka pembangunan perum akan dihentikan dan dipersilahkan warga untuk menempuh jalur hukum," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template