Tidak Ada Alasan Maafkan Pembunuh Anak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidak Ada Alasan Maafkan Pembunuh Anak

Tidak Ada Alasan Maafkan Pembunuh Anak

Written By Admin Raka on Selasa, 27 Maret 2018 | 16.00.00

Bimasena: Penjara 10 Tahun Denda Rp 200 Juta

KARAWANG, RAKA - Latar belakang pelaku aksi kejahatan tidak bisa menjadi alasan hukum tidak dilaksanakan. Terlebih bukti-bukti kejahatannya pun sudah jelas, artinya telah melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan.
"Latar belakang seseorang tidak dapat dijadikan pembenaran seseorang dapat melakukan kejahatan, khususnya kasus Calista," tandas Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Pusat Bimasena, Senin (26/3).  Komnas tetap mendesak agar proses hukum terhadap Sinta Novianti (27) warga Lingkungan Jatirasa Barat, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang, tersangka penganiaya bayi malang Calista Milena (1,3) yang merupakan anak kandungnya, tetap berlanjut.
"Mengingat kekerasan terhadap anak merupakan tindak pidana kejahatan terhadap kemanusiaan, tidak ada kata toleransi bagi pelaku kekerasan, apalagi dilakukan oleh orangtua kandung korban sendiri," ucap Bimasena. Dia menyikapi pernyataan Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan yang hendak menyelesaikan kasus hukum Sinta diluar pengadilan.
Kata Bima, Kemiskinan tidak bisa dijadikan sebagai dasar membenarkan kekerasan terhadap anak. Berdasarkan ketentuan pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 mengenai perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Setiap orang yang melakukan kekejaman Kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dapat pidana paling lama tiga tahun 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 72 juta," ujarnya.
Dikatakan Bima, apabila korban sampai meninggal dunia pelaku dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun atau denda 200 juta. Apabila dilakukan orangtua korban sendiri, maka hukuman pelaku dapat ditambah 1/3 dari pidana pokoknya. "Dalam kasus Calista, biarlah hakim memutuskan dengan mempertimbangkan hal-hal yang bisa meringankan hukuman. Bagi Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberikan tugas, mandat dan fungsi pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia mengambil sikap," ujarnya.
Bima juga mengatakan, berdasar ketentuan UU Perlindungan Anak dan Konvensi PBB tentang Hak Anak tidak ada konpromi terbadap kekerasan terhadap anak apalagi sampai menghilangan secara paksa hak hidup anak. "Tidak ada perbedaan di dalam hukum. UU Perlindungan anak sudah mengatur dengan jelas, apalagi pelaku adalah ibu kandung. Jadi wacana untuk dihentikannya proses hukum dapat dipertimbangkan dengan matang. biarkan proses hukum tetap berjalan, pertimbangan latar belakang tersangka biar hakim yang mengambil keputusan," kata Bimasena.
Sementara itu praktisi hukum Heri Sudaryanto, SH yang juga Ketua Kongres Advokad Indonesia DPC Karawang mengatakan rencana kapolres melakukan terobosan hukum untuk menghindarkan tersangsa Sinta dari hukuman boleh-boleh saja, tetapi proses hukumnya tetap dijalankan dulu. Artinya kapolres tidak bisa menghentikan proses hukum begitu saja. "Pernyataannya itu kan masih prematur. Kalaupun ada penangguhan, itupun mesti jelas, apa yang ditangguhkan dan dengan alasan apa juga mesti dijelaskan," ucap Heri.
Memang, lanjut Heri, bisa saja dengan alasan pembenaran kemudian memunculkan kata kalau hukum juga Pemaaf. Dalam hukum itu dibenarkan, tetapi ya itu tadi dengan alasan yang juga dibenarkan oleh hukum. Bukankah hukum itu penuh pertimbangan. "Tetapi menurut saya, itu yang akan dilakukan. Kapolres akan melakukan dialog-dialog sambil mengikuti proses hukumnya," perkiraan Heri.
Sebelumnya kapolres AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan akan menyelesaikan persoalan tersangka penganiaya anak kandung Sinta secara satu persatu. Kapolres bahkan mengaku naif jika sebagai manusia kemudian dia menjerumuskan sinta ke proses hukum. Karenanya kapolres mengatakan dirinya akan mencoba membuat terobosan hukum bahwa terhadap kasus itu dia akan selesaikan diluar pengadilan. Bahkan kata Kapolres walaupun sudah melakukan proses hukum. dia akan mencoba mengajak diskusi dengan pihak kejaksaan dan bupati, dan menurut dia, usulan yang digagasnya itupun sudah mendapat sambutan baik. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template