TERSANDUNG DANA DESA, Kades Kertajaya Disidang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » TERSANDUNG DANA DESA, Kades Kertajaya Disidang

TERSANDUNG DANA DESA, Kades Kertajaya Disidang

Written By Admin Raka on Senin, 05 Maret 2018 | 12.45.00

Belendung Masih Diselidiki

KARAWANG, RAKA - Dana desa bisa melambungkan nama kepala desa hingga ke Istana Negara. Namun, bisa juga menjebloskan sang kades ke jeruji tahanan. Uang ratusan juta hingga miliaran rupiah yang diterima setiap tahun jelas menggiurkan. Sedikit saja tergoda, taruhannya ada dua. Hidup bergelimang harta haram, atau menjalani hidup dalam penjara.
Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang Alek Sukardi mengatakan, sejak diluncurkannya dana desa, baru satu kades yang terbukti korupsi dana desa yaitu Kepala Desa Cilewo Kecamatan Telagasari Komarudin. Sedangkan yang masih dalam tahap persidangan adalah Kades Kertajaya Kecamatan Jayakerta Karta Wijaya. "Ada satu lagi Kades Belendung (Walim) ditangani Polda Jabar," ungkap Alek kepada Radar Karawang.
Agar tidak ada lagi kepala desa tersandung kasus korupsi, Alek meminta ada memorandum of understanding (MoU) dengan kepolisian terkait penyelidikan dan penyidikan, bila ada dugaan penyelewengan dana desa oleh oknum kades. "Kita juga harus memperkuat kemampuan administrasi perangkat desa dalam penyusunan RAB, dan pelaporan dana desa," ujarnya.
Sedangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa, Alek meminta agar ada pelatihan manajemen BUMDes. "Pelatihan itu untuk direktur dan pengelola keuangan BUMDes," katanya.
Disinggung apa saja yang menjadi kendala pemerintah desa dalam menyusun surat pertanggungjawaban dana desa, Pendamping Desa Kecamatan Telagasari Sakri Khaerudin mengatakan, jika pendamping difungsikan dengan benar, bisa membantu kades mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pertanggungjawaban dana desa. Tapi sayangnya, diantara pendamping yang ada, justru jarang difungsikan optimal alias dicueki oleh kepala desa. "Jangankan membantu membuat SPJ, dalam penyusunan sejak awal saja, ada diantara pendamping seolah disengaja tidak difungsikan, seolah transparansi itu cenderung ditutupi," tuturnya.
Disinggung apakah peluang manipulasi dana desa cenderung terbuka lebar tanpa keterlibatan pendamping desa, Sakri enggan memberikan tanggapannya lebih jauh. Yang jelas kata dia, ada faktor lain pada kendala-kendala tersebut yang tidak bisa dia sebutkan. "Kalau memanipulasi, saya tidak bisa berkomentar jauh, yang jelas ada faktor lain jadi kendala," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki dugaan korupsi dana desa. Namun dia tidak bisa menyebutkan desa-desa mana saja yang saat ini sedang bermasalah. "Masih dalam penyelidikan. Kalau disebutkan (nama kadesnya) takut bocor," ujarnya. (apk/rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template